Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemukulan anak dosen berujung di pengadilan
  • Selasa, 23 Mei 2017 — 15:01
  • 1267x views

Pemukulan anak dosen berujung di pengadilan

“Sebenarnya ini masalah sepele, bisa diselesaikan di kampus, tapi orangtua yang bersangkutan tidak terima dan langsung membawa kasus ini ke pengadilan, dan ini hanya kasus anak-anak remaja yang tidak perlu sampai di meja pengadilan,” kata Aldo.
Aksi solidaritas yang dilakukan mahasiwa Fakultas Hukum Uncen di depan kantor Pengadilan Negeri Jayapura, Senin (22/5/2017) – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pemukulan terhadap anak seorang dosen bernama Louis Simanjuntak oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) berinisial GL, Senin (27/2/2017) di Fakultas Ekonomi (Fekon) berujung di pengadilan.

Dalam surat dakwaan menyebutkan kronologis kejadian berawal ketika saksi Louis Simanjuntak tiba di depan kantin Fekon Uncen, Waena menggunakan motor. Ia didatangi pelaku GL. Lalu saksi bertanya kepada GL, “kita mau bicara baik-baik masalah bagaimana? Mau di kursi atau bagaimana?” Kemudian diajwab GL, “maksudnya apa mau penjelasan-penjelasan yang bagaimana lagi?” Lalu GL memukul korban dengan kepalan tangan.

Jaksa Penuntut Umum Natalia Ramma, dalam surat dakwaan, Senin (22/5/2017) menyebutkan, dari perbuatan tersebut, saksi (korban) Louis Simanjuntak mengalami luka memar pelipis kanan, tepat di atas daun telinga, dan beberapa luka memar di bagian tubuhnya, sehingga keluarga korban tidak menerima dan melaporkan kepada pihak berwajib. Dari kasus tersebut perbuatan pelaku termasuk penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.

Mahasiswa FH Uncen, Aldo bersama puluhan kawannya ketika mendatangi PN Jayapura Senin siang mengajukan protes dan bentuk soliadritas mereka terhadap temannya.

“Sebenarnya ini masalah sepele, bisa diselesaikan di kampus, tapi orangtua yang bersangkutan tidak terima dan langsung membawa kasus ini ke pengadilan, dan ini hanya kasus anak-anak remaja yang tidak perlu sampai di meja pengadilan,” kata Aldo.

Dari pantauan Jubi, puluhan mahasiwa/i FH Uncen mendatangi PN Jayapura dengan membentangkan spanduk dan masker sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap teman mereka yang dijerat pasal penganiayaan. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD gelar sidang pengukuhan wali kota Jayapura

Selanjutnya

Penghuni asrama Uncen trauma pasca penyisiran

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe