Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Semua pihak diminta tekan laju penyakit HIV/AIDS
  • Selasa, 23 Mei 2017 — 18:38
  • 1551x views

Semua pihak diminta tekan laju penyakit HIV/AIDS

Merauke, Jubi - Staf Ahli Bupati Merauke, Agustinus Djoko Guritno meminta kepada semua pihak termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat agar tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dari penyakit HIV/AIDS.
Pertemuan KPA Merauke bersama mitra kerja di Bela Fiesta – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Staf Ahli Bupati Merauke, Agustinus Djoko Guritno meminta kepada semua pihak termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat agar tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dari penyakit HIV/AIDS.

Permintaan itu disampaikan Guritno saat memberikan sambutan pada kegiatan KPA bersama mitra  kerja yang berlangsung di Bela Fiesta Selasa (23/5/2017).  “Memang dari tahun ke tahun, jumlah pendeita HIV/AIDS di Merauke, terus mengalami penurunan,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, perlu dilakukan penyuluhan atau sosialisasi secara kontiniu. Dengang begitu, orang akan menyadari diri dan tak melakukan hal-hal negatif.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini, telah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang HIV/AIDS. Jadi, kalau ada yang tak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks, akan diproses secara hukum sampai pengadilan.

Secara terpisah Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Inge Silvia mengaku, hingga sekarang, masih ada diskriminasi terhadap mereka yang sudah berstatus sebagai ODHA.

“Ya, karena ada diskriminasi itu, orang juga enggan datang melakukan pemeriksaan darah sekaligus dapat diketahui apakah dalam keadaan sehat atau tidak,” tuturnya.

Diharapkan kebiasaan mendiskriminasi ODHA, sekiranya tidak terjadi lagi di waktu mendatang. “Kita semua sama dan penularan penyakit tersebut, tidak sembarangan juga,” tegasnya. (*)

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Lelaki suka lelaki di Merauke, didominasi pelajar dan mahasiswa 

Selanjutnya

Potensi ikan menjanjikan, masyarakat kesulitan jual ke pasar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe