Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Potensi ikan menjanjikan, masyarakat kesulitan jual ke pasar
  • Rabu, 24 Mei 2017 — 07:34
  • 1105x views

Potensi ikan menjanjikan, masyarakat kesulitan jual ke pasar

‘Memang ada jalan darat menuju Kampung Wayau. Hanya saja, kondisi jalan sekarang, sangat memrihatinkan. Sehingga satu-satunya adalah menyewa perahu ketinting agar bisa ke Wayau untuk menjual tangkapan ikan,” tuturnya.
Beberapa warga lokal sedang menjaring ikan di Pantai Domande – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Masyarakat di Kampung Koa, Distrik Anim Ha, Kabupaten Merauke mengaku kesulitan memasarkan hasil tangkapan ikan setiap hari. Itu karena transportasi yang sulit dari kampung  menuju ke Wayau.

Hal itu disampaikan seorang masyarakat Kampung Koa, Markus Ndiken kepada Jubi Senin (22/5/2017). “Saat ini, potensi ikan sangat banyak. Hanya saja, masyarakat setempat kesulitan memasarkan. Karena tak ada yang membeli,” ujarnya.

Kalaupun warga ingin ke Kampung Wayau, jelas dia, harus menyewa perahu ketinting. Biasanya, sekali jalan membayar Rp50 ribu Itu belum termasuk biaya bahan bakar minyak (BBM). Untuk mendapatkan uang sekarang, sangatlah sulit.

‘Memang ada jalan darat menuju Kampung Wayau. Hanya saja, kondisi jalan sekarang, sangat memrihatinkan. Sehingga satu-satunya  adalah menyewa perahu ketinting agar bisa ke Wayau untuk menjual tangkapan ikan,” tuturnya.

Diakui satu ikat  yang didalamnya terdapat 7-8 ekor ikan, dijual Rp10 ribu. Ada beberapa jenis ikan dijaring mulai dari mujair, kakap dan lain-lain. “Ya, kalau terlalu banyak ikan dijaring, terpaksa dibuang begitu saja,” katanya.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Martha  Bayu beberapa waktu lalu mengatakan, dengan adanya larangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti, hasil tangkapan ikan jauh lebih banyak, terutama di kalangan masyarakat lokal.

Ditambahkan, Kabupaten Merauke memiliki potensi ikan sangat menjanjikan. Sehingga terkadang, masyarakat kesulitan untuk memasarkan. Salah satu faktornya  karena tak ada orang yang ke kampung sekaligus membeli. (*)

loading...

Sebelumnya

Semua pihak diminta tekan laju penyakit HIV/AIDS

Selanjutnya

Pasca banjir, masyarakat Kimaam terancam kelaparan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe