Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pasca banjir, masyarakat Kimaam terancam kelaparan
  • Rabu, 24 Mei 2017 — 07:39
  • 800x views

Pasca banjir, masyarakat Kimaam terancam kelaparan

“Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Frederikus Gebze-Sularso harus cepat mengambil langkah dengan memberikan bantuan beras kepada masyarakat di kampung-kampung di Distrik Kimaam. Karena stok makanan mereka, tidak ada lagi,” katanya.
Umbi-umbian seperti kumbili yang dipanen masyarakat Kimaam beberapa tahun silam -Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Masyarakat di beberapa kampung di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke terancam kelaparan, setelah tanaman umbi-umbian membusuk, setelah terendam banjir beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu kepada Jubi Senin (22/5/2017). “Umbi-umbian berupa petatas serta singkong itu, mestinya sudah mulai dipanen. Namun karena tergenang banjir, sehingga dipastikan membusuk,” ujarnya.

“Memang ada beberapa warga menanam padi juga. Namun nasib mereka sama. Padi yang harusnya dipanen, ikut terendam banjir,” katanya.

Dengan kondisi seperti demikian, lanjut Moses, masyarakat terancam kelaparan. Apalagi jatah beras sejahtera (rastra) yang mestinya diterima rutin tiap bulan, tersendat-sendat.

“Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Frederikus Gebze-Sularso harus cepat mengambil langkah dengan memberikan bantuan beras kepada masyarakat di kampung-kampung di Distrik Kimaam. Karena stok makanan mereka, tidak ada lagi,” katanya.

Disinggung banyak warga belum mendapatkan rastra beberapa bulan karena belum membayar ke Bulog Sub Divre Merauke, Moses mengatakan, mestinya ini diantisipasi pemerintah.

“Solusinya adalah perlu dana talangan yang disiapkan menebus  rastra di Bulog terlebih dahulu. Sehingga jatah beras masyarakat, bisa diambil sekaligus dibagikan,” pintanya.

Salah seorang warga Kampung Bamol, Distrik Kimaam, Emanuel Buyuka membenarkan juga umbi-umbian serta padi yang ditanam warga setempat, terendam banjir, sehingga tidak bisa dipanen.

 “Apa yang disampaikan Pak Moses Kaibu betul sekali. Sekarang ini, masyarakat di beberapa kampung, kesulitan mendapatkan makanan. Karena musibah banjir, hingga tanaman terendam dan tak dapat dipanen,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Potensi ikan menjanjikan, masyarakat kesulitan jual ke pasar

Selanjutnya

Sembilan anggota DPRD Merauke kunjungi distrik Waan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe