Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Jadi Duta Bahasa harus peka lestarikan Bahasa Indonesia
  • Rabu, 24 Mei 2017 — 08:32
  • 904x views

Jadi Duta Bahasa harus peka lestarikan Bahasa Indonesia

“Sebenarnya ada kosa kata dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kosa kata dalam bahasa asing tersebut, sebagai contoh download dalam bahasa Indonesia adalah unduh, upload menjadi unggah, e-mail adalah surat elektronik, dan masih banyak lagi,” ujar mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura tersebut.
Peserta calon duta bahasa sedang mengerjakan soal ujian – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Menjadi Duta Bahasa bukan berarti harus selalu menggunakan Bahasa Indonesia setiap waktu. Menjadi Duta Bahasa bukan pula harus selalu berbahasa Indonesia yang baku. Esensi dari menjadi Duta Bahasa adalah memiliki kepekaan untuk turut menggalang dan melestarikan bahasa, khususnya bahasa Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Harina Ohee, seorang peserta pemilihan Duta Bahasa wilayah Papua kepada Jubi di sela-sela ujian pemilihan Duta Bahasa yang digelar Balai Bahasa Papua, Selasa (23/5/2017).

“Kecenderungan masyarakat mencampur-baurkan bahasa dalam kata atau kalimat, sudah banyak dilakukan masyarakat, khususnya di kalangan anak muda, contohnya seseorang mengatakan, ya tinggal download-lah di internet, penggabungan kata download dengan imbuhan ‘lah’ tidak ada dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris,meskipun kita mengerti maksudnya, tapi itu seharusnya tidak dilakukan karena memang salah,” katanya.

Selain itu ia melihat masih banyak yang lebih senang menggunakan bahasa asing untuk menyebutkan sesuatu, padahal menurutnya sudah ada kosa kata dalam Bahasa Indonesia yang bermakna sama dengan kata yang disebutkan. Biasanya kosa kata ini masih berbau teknologi, seperti download, up load, e-mail, dan sebagainya.

“Sebenarnya ada kosa kata dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kosa kata dalam bahasa asing tersebut, sebagai contoh download dalam bahasa Indonesia adalah unduh, upload menjadi unggah, e-mail adalah surat elektronik, dan masih banyak lagi,” ujar mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura tersebut.

Dr. Aleda Wamene, dosen Fakultas Keguruan dan Iilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) yang menjadi salah satu dewan juri dalam pemilihan Duta Bahasa mengatakan, dalam penjurian duta bahasa tersebut lebih dititikberatkan pada materi atau makalah yang dituliskan dan dipahami peserta. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Yahukimo di Makassar terlantar

Selanjutnya

Kepala SMA-MA se-Kabupaten Jayapura ikuti workshop pendidikan karakter

Sebelumnya

21 peserta ikut seleksi Duta Bahasa wilayah Papua

Selanjutnya

Kepala SMA-MA se-Kabupaten Jayapura ikuti workshop pendidikan karakter

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe