Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Penghuni asrama Uncen trauma pasca penyisiran
  • Rabu, 24 Mei 2017 — 08:49
  • 2338x views

Penghuni asrama Uncen trauma pasca penyisiran

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Uncen, Paskalis Boma mengecam tindakan aparat keamanan yang menembak penghuni asrama unit III, Matius, hanya karena memalang mobil untuk meminta uang membeli rokok. Padahal korban tak melakukan perlawanan.
Spanduk aksi demo damai mahasiswa Uncen Jayapura menuntut penyelesaian kasus penganiayaan, penembakan dan pembunuhan di kota Jayapura, Senin (22/5/2017) – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Penghuni asrama mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura mengaku trauma pasca penyisiran dan penembakan oleh aparat kepolisian, Jumat (19/5/2017) dan Sabtu (20/5/2017).
 
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Uncen, Paskalis Boma mengecam tindakan aparat keamanan yang menembak penghuni asrama unit III, Matius, hanya karena memalang mobil untuk meminta uang membeli rokok. Padahal korban tak melakukan perlawanan.
 
“Respons pihak Polri sendiri mereka berangapan bahwa mereka (korban) ini melakukan aksi perlawanan kepada polisi terkait kasus yang terjadi Jumat malam di sawmil dan depan RS Dian Harapan, sehingga tanpa kompromi dan melalui mekanisme menyerang lima penghuni asrama, satu terkena tembakan,” katanya ketika bertandang ke redaksi Jubi, Senin malam (22/5/2017).
 
Menurutnya asrama Uncen berada di lingkungan kampus dan polisi tak harus seenaknya memasuki areal kampus untuk melakukan penyisiran dan penembakan.
 
“Aparat harus memahami tugas dan tupoksinya. Kejadian ini menjadi ancaman bagi mahasiswa dan penghuni asrama Uncen, sehingga gubernur dan DPRP harus melihat hal ini, karena kami merasa terganggu dengan sikap arogan aparat keamanan ini,” katanya.
 
Wakil ketua asrama Rusunawa Uncen, Elius Wenda mengatakan, pasca kejadian itu mahasiswa menjadi trauma.
 
“Kasus kemarin tidak ada kaitannya dengan pembunuhan 6 orang di beberapa titik di kota Jayapura. Dari sini kita bisa lihat pihak aparat tidak konsisten dengan tugasnya dalam mengayomi masyarakat,” ujarnya.
 
Lain halnya dengan ketua asrama Rusunawa Uncen, Agus Mosip, yang mengaku kecewa terhadap tindakan aparat yang melakukan penembakan tersebut.
 
Agus juga menolak stigma yang menyebutkan asrama Uncen sebagai tempat melakukan keributan dan menampung orang-orang tidak berpendidikan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemukulan anak dosen berujung di pengadilan

Selanjutnya

Mayjen TNI George Elnadus Supit pimpin Kodam XVII/Cenderawasih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe