Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. SD Advent Hobotonggo, satu-satunya sekolah di desa Homboki diresmikan
  • Sabtu, 27 Mei 2017 — 10:37
  • 3827x views

SD Advent Hobotonggo, satu-satunya sekolah di desa Homboki diresmikan

“Anak-anak tidak perlu lagi naik ke rumah guru yang juga berfungsi sebagai klinik, untuk belajar di  sana. Sekarang dorang sudah punya ruang sendiri untuk bermain dan belajar bersama. Mereka juga belajar pertanian,” ujar Jessie Makatika kepada Jubi, usai peresmian bangunan sekolah tersebut pada Jumat, 19 Mei 2017.
Foto bersama di depan SD Advent Hobotonggo, yang menjadi satu-satunya sekolah di desa Homboki. – Jubi/Yuliana Lantipo
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi –  Sebanyak 63 pelajar penerus daerah Yahukimo itu akhirnya memiliki rumah bermain dan belajar bersama empat orang gurunya. Ia Sekolah Dasar Advent Hobotonggo di desa Homboki, distrik Hierak Pini—tak jauh dari distrik Anggruk—Kabupaten Yahukimo.

“Anak-anak tidak perlu lagi naik ke rumah guru yang juga berfungsi sebagai klinik, untuk belajar di  sana. Sekarang dorang sudah punya ruang sendiri untuk bermain dan belajar bersama. Mereka juga belajar pertanian,” ujar Jessie Makatika kepada Jubi, usai peresmian bangunan sekolah tersebut pada Jumat, 19 Mei 2017.

Jessie Makatika atau akrab disapa Mam Jessie oleh para muridnya itu telah menetap di kampung tersebut sejak setahun lalu, 2016, bersama sang suami, Piethein Heydemans, yang juga guru.

“Setelah menikah, tahun lalu saya dengan suami langsung diberi tanggung-jawab pelayanan di sini sebagai guru bagi anak-anak ini. Kami pindah dari kota Wamena ke sini,” ujarnya.

Desa Homboki terletak di dataran yang tidak begitu luas pada punggung perbukitan, tak jauh dari distrik Anggruk. Pada kesempatan kunjungan Jubi bersama pemerintah daerah, desa ini hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat kecil dari Sentani menuju Anggruk dengan waktu tempuh lebih dari satu jam. Kemudian, dari Anggruk, rombongan menggunakan Helikopter ke desa Homboki, kurang dari 10 menit.

Mam Jessie berkisah, setahun pertama, dirinya bersama sang suami dan dua guru lain—seorang diantaranya adalah mantri klinik yang sukarela ikut mengajar—menggunakan rumah mantri tersebut sebagai tempat belajar-mengajar bagi anak-anak. Rata-rata berusia 4-14 tahun.

“Jadi selama ini anak-anak belajar di rumah mantri yang sebenarnya juga dijadikan klinik,” ujarnya. “Dan sekarang, Puji Tuhan, anak-anak ini sudah punya tempat sendiri,” Mam Jessie dengan senyum lebar.

Enam puluh tiga siswa itu duduk di kelas 1-4. Mereka dibagi dalam dua kelompok: kelas 1-2 dan kelas 3-4. “Karena ruangnya terbatas, hanya dua kelas,” jelasnya.

Kebersamaan

Salah satu hal unik yang tidak kita temukan pada kegiatan belajar diperkotaan adanya tentang kebersamaan dan kerjasama.

“Setiap pagi, kita semua bersama anak-anak ke kali dan mandi sama-sama. Kita bantu gosok sabun, cuci rambut, sampe sikat gigi. Baru semua pakai seragam sekolah dan kita ke kelas siap untuk belajar. Selesai kelas, anak-anak ganti baju lagi. Seragam disimpan di lemari gantung dalam kelas, berdasarkan nama masing-masing,” kata Pak guru Piethein Heydemans, menambahkan, mencuci seragam juga dilakukan bersama tiap akhir pekan di kampung dingin itu.

Halaman luas di sekitar sekolah itu, para guru dan murid menggarap lahan menjadi kebun aneka sayur mayur dan ubi-ubian. Pada bagian lain, juga tampak beberapa kolam ikan air tawar.

“Tidak hanya di dalam kelas. Pelajaran di luar kelas kita praktik buat kebun, juga kolam ikan. Waktu panen, hasilnya untuk bersama, dibagi rata,” jelas pak guru.

Dukungan gereja dan pemerintah

Mam Jessie, yang juga Kepala SD Advent Hobotonggo, berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga adanya sekolah di desa tersebut.

“Ini satu-satunya sekolah di kampung ini. Lewat sekolah ini anak-anak ini bisa punya masa depan, merekalah generasi penerus Yahukimo, lebih khusus kampung ini. Saya sangat berterima kasih kepada gereja dan pemerintah terlebih masyarakat Hobotonggo yang sudah menerima kami untuk membantu pelayanan lewat pendidikan,” ucap haru Mam Jessie untuk semua pihak pada peresmian sekolah yang dihadiri Bupati Yahukimo Abock Busup, Direktur Yayasan Anak Ku Scholarship dari Korea Selatan Ibu Lee joon ryoung, anggota DPR Papua Sinut Busup, Pendeta Desmon Merani (mewakili Sinode Advent), serta perangkat pemerintahan kampung, tokoh masyarakat, dan para orang tua murid.

Bupati Abock Busup yang diundang untuk meresmikan sekolah tersebut mengaku senang atas pembangunan sekolah tersebut. Meski masih terbatas, hanya untuk kelas 1-4, menurutnya hal itu harus diapresiasi karena secara langsung turut membantu mencerdaskan generasi penerus kabupaten yang baru berumur 13 tahun tersebut.

“Pendidikan ini jalan untuk membuka daerah ini dari ketertinggalan. Kita sangat apresiasi. Saya sedang fokus, dalam kepemimpinan saya yang baru satu tahun ini, saya akan buat penggabungan sekolah karena ternyata laporan yang kami terima banyak sekolah yang fiktif,” katanya.

“Saya dapat laporan anak SD kelas 4, sebanyak 800 anak yang tidak tau baca. Itu pasti akan menjadi kesulitan untuk mereka saat di tengah masyarakat. Jadi kita akan kerjasama untuk mengisi dibagian yang belum jalan. Tujuannya kita membantu supaya mereka bisa menjadi orang yang nantinya bisa membangun sendiri daerahnya,” kata Bupati Abock.

Ia berjanji akan mengirimkan Kepala Dinas Pendidikan Yahukimo Nelson Kabak, dalam waktu dekat untuk mendata sekolah dan guru yang benar-benar mengabdi masyarakat di kampung-kampung. (*)

Sebelumnya

Warga minta Pertamina pergencar sosialisasi Bright Gas

Selanjutnya

Persiapan minim, Oksibil FC tetap siap bersaing di Liga 3

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe