Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Badai belum berlalu bagi petani tebu di Fiji
  • Minggu, 28 Mei 2017 — 13:59
  • 1148x views

Badai belum berlalu bagi petani tebu di Fiji

Badai belum berlalu bagi para petani tebu di Labasa, Fiji Utara. Kendati sudah berlalu sejak tahun lalu, namun dampak badai Winston masih dirasakan oleh para petani.
Truk pengangkut batang tebu di Fiji. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Labasa, Jubi – Badai belum berlalu bagi para petani tebu di Labasa, Fiji Utara. Kendati sudah berlalu sejak tahun lalu, namun dampak badai Winston masih dirasakan oleh para petani.

Setelah hampir satu tahun menunggu dalam suasana tidak pasti, mereka akhirnya menggelar aksi protes kepada pemerintah. Mereka menuding pemerintah tidak serius merehabilitasi matapencaharian mereka setelah hancur lebur karena badai tahun lalu.

Para petani tebu di Vanua Levu berkonvoi menuju pusat kota di pulau tersebut, Labasa, untuk menyampaikan petisi kepada Menteri Urusan Gula. Presiden Serikat Petani Nasional, Surendra Lal mengatakan bahwa para petani ingin jaminan pembayaran hasil panen tebu agar dapat memastikan kelanjutan penanaman kembali pohon tebu di tengah meningkatnya biaya produksi dan saingan di pasar tebu.

Selain itu, petani juga menginginkan akses langsung ke badan usaha milik negara urusan gula, Fiji Sugar Corporation.

Petisi itu disampaikan kendati baru pekan lalu pemerintah mengumumkan paket bantuan bagi petani tebu antara lain berupa pengurangan biaya sewa lahan dan keringanan pembayaran utang pinjaman skala kecil yang pernah ditawarkan pemerintah setelah badai Winston.

“Apa yang kami alami di lapangan adalah bahwa petani tidak menerima berbagai bantuan karena mereka tidak punya utang yang harus diringankan atau tunggakan apapun,” ujarnya.

Ada juga petani yang mengemukakan bahwa selama ini petani di Labasa tidak mendapat tawaran paket bantuan seperti yang diumumkan Menteri Perekonomian pekan lalu itu.

Sementara, petani tebu di Drasa bergabung dalam aksi protes karena menuntut perbaikan jalan. Lebih dari 200 petani tebu dan keluarganya di Drasa akan mendapat keuntungan jika jalan menuju tempat mereka segera direhabilitasi.

Tuntutan ini muncul setelah sebelumnya pemerintah menyerahkan kontrak pengerjaan jalan senilai 1,97 juta dolar AS kepada pihak swasta bernama

Dayals Quarries Ltd awal bulan ini.

Peningkatan kualitas jalan sepanjang 39 kilometer ini akan mempersingkat perjalanan pohon tebu dan secara otomatis juga memperingan biaya transportasi yang harus ditanggung para petani untuk mengangkut hasil panen.

Proyek ini merupakan salah satu rangkaian proyek yang didanai oleh Uni Eropa dan Pacific Community. Dalam program bertajuk The Rural Access Roads and Associated Infrastructure, proyek ini akan berlangsung selama empat tahun. Selain perbaikan jalan, proyek ini juga mencakup perbaikan manajemen aliran air di Drasa, Koronubu dan Malolo.

Selain itu, dampak sampingan pelaksanaan proyek yaitu pembukaan lapangan kerja di sektor konstruksi. Setelah selesai nanti, proyek ini akan bermanfaat bagi lebih dari 2.000 rumah tangga petani tebu di wilayah tersebut.

Petani Kopi  

Proses rehabilitasi pascabencana Winston di Fiji serta wilayah Pasifik lainnya memang bergantung besar pada bantuan dari luar negeri. Selain membantu proyek rehabilitas jalan di Drasa bagi para petani tebu, Uni Eropa juga menggelontorkan bantuannya untuk merestorasi industri kopi setelah hancur lebur karena diterpa badai Winston tahun lalu.

Beberapa bentuk bantuan bagi petani kopi dari Uni Eropa antara lain pemberian alat memproses biji kopi. Salah satu perusahaan yang bergerak di industri kopi, Bula Coffee menjadi penerima bantuan Uni Eropa ini.

Pendiri Bula Coffee, Luke Fryett mengatakan pihaknya kini memiliki alat memproses biji kopi yang bisa dibawa kemana-mana. Hal ini memungkinkan perusahaannya untuk memperluas basis suplai kopi hingga ke wilayah terisolasi di Vanua Levu.

Selain memperluas basis suplai kopi bagi industri seperti Bula Coffee, kehadiran alat ini juga secara langsung telah menambah peluang baru bagi petani kopi untuk memasarkan biji kopinya tanpa harus mencari pelanggan dan pergi ke kota.

Alat pemroses biji kopi tersebut dibeli oleh proyek bantuan dari Uni Eropa yang bertajuk the EU's Funded Increasing Agricultural Commodity Trade. Tujuan proyek tersebut yaitu untuk membantu para petani setelah terserang badai Winston tahun lalu. Sama seperti proyek pembangunan jalan di Drasa, proyek pengadaan mesin pemroses biji kopi ini juga dilaksanakan oleh Pacific Community.

Di tahun 2016, Bula Coffee pernah bisa memanen 60 ton biji kopi dari para petani di Viti Levu. Namun, badai Winston menyapu bersih lahan kopi mereka sehingga perusahaan tersebut terpaksa mengimpor biji kopi dari Papua Nugini demi menjaga kelangsungan usahanya.

Luke Fryett mengatakan bahwa dengan adanya alat pemroses biji kopi yang ia miliki sekarang, ia dapat memproses biji kopi langsung di perkebunan sehingga dapat memotong biaya transportasi pengangkutan biji kopi ke tempatnya.

Kepala Operasi Uni Eropa di Pasifik, Christoph Wagner mengatakan bahwa kopi layak menjadi pilihan bagi petani Fiji yang sedang ingin melakukan diversifikasi pertanian. Apalagi kini pasarnya, meski masih kecil, sudah terbuka luas seperti yang dilakukan oleh Bula Coffee. **

 

 

loading...

Sebelumnya

Gerakan antikemerdekaan minta permudah syarat memilih

Selanjutnya

Jelang APEC, PNG terus dekati Tiongkok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe