Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jelang APEC, PNG terus dekati Tiongkok
  • Minggu, 28 Mei 2017 — 14:01
  • 1259x views

Jelang APEC, PNG terus dekati Tiongkok

Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC, Papua Nugini terus perkuat sinyal untuk mendekati Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping berjabat tangan dengan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill dalam lawatan kenegaraan O’Neill ke Tiongkok, tahun lalu. /news.pngfacts.com
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC, Papua Nugini terus perkuat sinyal untuk mendekati Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dalam sebuah pertemuan dengan Duta BEsar RRT, H. E. Xue Bing, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill menyampaikan bahwa ia akan mengundang secara resmi Presiden RRT, H.E. Xi Jinping dalam perhelatan APEC, November tahun depan.

“Presiden Xi Jinping adalah satu-satunya pemimpin negara yang pertama menerima undangan dari kami untuk menghadiri pertemuan pemimpin APEC,” ujar O’Neill.

Ia juga mengatakan bahwa hubungan antara Papua Nugini dan RRT telah dibangun berdasarkan landasan sejarah yang kuat. Kunjungan resmi kenegaraan akan memperkuat hubungan antarkedua negara. “Ini akan membuka peluang kerjasama bilateral dan investasi. Tiongkok telah lama menjadi pelanggan utama kami dalam hal ekspor gas alam cair (LNG) dan volume perdagangan serta hubungan komersial di berbagai area terus tumbuh,” kata O’Neill.

Seperti halnya Fiji, Peter O’Neill lalu menegaskan bahwa negaranya pun berkomitmen mendukung One China Policy yang artinya hanya mengakui Tiongkok sebagai negara berdaulat, bukan Taiwan. Pengakuan terhadap One China Policy ini dianggap O’Neill sebagai basis memperkuat kerjasama antara kedua negara.

Papua Nugini baru memformalisasi hubungan bilateralnya dengan RRT pada tahun 1976. Meski begitu, O’Neill meyakini bahwa hubungan antara keduanya telah terjalin sejak lebih dari 200 tahun yang lalu karena banyak orang Tiongkok yang datang ke Papua Nugini untuk melakukan niaga.

Dalam waktu mendatang, RRT dan Papua Nugini akan mempererat hubungan dengan cara membuka rute penerbangan langsung dari Shanghai ke Port Moresby. “Hal ini diharapkan dapat memperluas bisnis dan pariwisata, dan juga pertukaran pelajar,” tuturnya. **

loading...

Sebelumnya

Badai belum berlalu bagi petani tebu di Fiji

Selanjutnya

Dua anggota militer dipecat karena siksa juniornya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe