Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua anggota militer dipecat karena siksa juniornya
  • Minggu, 28 Mei 2017 — 14:03
  • 1207x views

Dua anggota militer dipecat karena siksa juniornya

Dua anggota militer Tonga dipecat karena terlibat perpeloncoan anggota baru dengan tindak kekerasan.
Dua anggota militer Tonga dipecat karena perpeloncoan anggota baru. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Tonga, Jubi – Dua anggota militer Tonga dipecat karena terlibat perpeloncoan anggota baru dengan tindak kekerasan. Radio Tonga melaporkan bahwa kedua anggota militer tersebut melakukan beberapa tindak kekerasan termasuk dalam satu kasus hingga membakar punggung anggota baru menggunakan setrika panas.

Di kasus yang lain, mereka juga terlibat melakukan kekerasan dengan menggunakan golok, tongkat dan sepatu boot. Selain itu, mereka selalu melancarkan kata-kata kasar menyertai serangkaian tindak kekerasan yang mereka lakukan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak militer menyatakan bahwa hal-hal tersebut tergolong tindakan ilegal dan tidak diketahui pihak institusi militer.

Akibat kejadian itu, beberapa orangtua dari siswa militer mengatakan kepada Radio Tonga bahwa anak-anak mereka kini mengalami trauma. Beberapa dari mereka bahkan enggan kembali melanjutkan pendidikan militer.

Perampokan

Tak lama sebelum insiden di tubuh militer, institusi kepolisian Tonga juga sempat tercoreng karena ulah beberapa oknum anggotanya. Seorang anggota kepolisian Tonga dipecat dan ditahan karena terlibat dalam perampokan bersenjata.

Polisi muda yang masih berusia 27 tahun itu terlibat perampokan bersenjata Sabtu malam lalu di Ma’ufanga. Kepolisian masih merahasiakan nama dari oknum polisi tersebut. Dalam perampokan itu, ia menodongkan pisau tajam kepada penjaga toko dan lalu menggondol uang toko senilai 302 dolar AS.

Komisioner Polisi, Stephen Caldwell mengatakan insiden tersebut sangat memalukan. Namun, dengan pemecatan dan penahanan polisi tersebut, pihaknya kini membuktikan bahwa tidak ada seorangpun, termasuk anggota polisi yang kebal terhadap hukum.

Polisi tersebut melakukan aksi bejatnya tak seorang diri. Ia ditemani seorang rekannya dan kini pun sama-sama mendekam dalam tahanan. Keduanya akan segera disidangkan pekan ini. **

loading...

Sebelumnya

Jelang APEC, PNG terus dekati Tiongkok

Selanjutnya

Australia kirim pengungsi ke Kamboja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe