Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Ancaman Korut tunda kepindahan marinir AS ke Guam
  • Senin, 29 Mei 2017 — 13:43
  • 1221x views

Ancaman Korut tunda kepindahan marinir AS ke Guam

Gara-gara ada ketegangan dengan Korea Utara, rencana kepindahan pasukan Amerika Serikat ke Guam akan tertunda.
Pasukan marinir AS di Okinawa. /foxnews.com
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Guam, Jubi – Gara-gara ada ketegangan dengan Korea Utara, rencana kepindahan pasukan Amerika Serikat ke Guam akan tertunda. Selain ketegangan itu, masalah terkait lingkungan di Guam juga turut menghambat rencana kepindahan itu.

Komandan Korps Marinir AS, Jenderal Robert Neller mengatakan bahwa komite Senat di Washington pekan lalu menyatakan bahwa persetujuan dengan pemerintah Jepang untuk merelokasi pasukan AS bisa saja berubah.

Di bawah kesepakatan tahun 2012, sekitar 4.000 anggota pasukan marinir akan dipindahkan dari Okinawa ke Guam. Sementara, 5.000 anggota pasukan marinir lainnya akan dipindahkan ke Hawaii.

Jenderal Neller menyampaikan pada komite bahwa ancaman perang yang dilancarkan Korea Utara telah diralat kembali oleh pimpinannya. Ancaman perang yang baru-baru ini dilontarkan masih ada di tahap awal.

The Japan Times melaporkan bahwa kehadiran pangkalan militer sangat ditentang di Okinawa. Hal ini semakin mendorong percepatan kepindahan pasukan ke Guam dan Hawaii.

Namun, kontroversi di Guam juga tak kalah penting dalam mempengaruhi rencana kepindahan pasukan AS. April lalu, Gubernur Guam Eddie Calvo menarik dukungannya terhadap AS terkait kepindahan pasukan marinir ke sana. Calvo melakukan itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi AS yang ia nilai tidak adil.  

Padahal, pembangunan infrastruktur pangkalan militer AS di Guam sudah dimulai. Pembangunan itu juga meluas hingga ke Kepulauan Mariana di mana AS akan menggunakan pulau tersebut sebagai tempat latihan. Lagi-lagi, rencana di Kepulauan Mariana ini ditentang organisasi lingkungan di pengadilan.

Jenderal Neller mengatakan ia sangat memperhatikan isu lingkungan di dua teritori tersebut. Menurut dia, hal ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk memindahkan pasukan marinir ke sana. **

loading...

Sebelumnya

Hakim tunda sidang 122 terdakwa pembunuhan yang terkait sihir

Selanjutnya

Perempuan Tonga ingin hapuskan pernikahan dini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe