Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Skandal WTP BPK dicurigai turut terjadi di Papua
  • Selasa, 30 Mei 2017 — 05:31
  • 1458x views

Skandal WTP BPK dicurigai turut terjadi di Papua

Kecurigaan adanya praktik suap dibalik pemberian opini WTP oleh BPK kepada sejumlah Pemda di Papua semakin mengemuka lantaran adanya pengakuan orang-orang yang pernah diperiksa auditor BPK bahwa mereka melakukan pertemuan di luar Papua seperti di Bali, Semarang, dan Jakarta.
Ilustrasi skandal audit yang dilakukan BPK - IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Kasus suap yang melibatkan petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam mengejar penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan kementerian tersebut, meruntuhkan kepercayaan publik dalam kemurnian untuk mendapatkan predikat dari BPK itu.

Dugaan juga datang dari tokoh masyarakat Mimika yang pernah menjadi Penjabat Bupati Mappi dan Mimika, Athanasius Allo Rafra, yang memcurigai keputusan BPK dalam memberikan opini WTP terhadap laporan keuangan pemerintah provinsi dan kabupaten-kota se-Papua.

Allo Rafra mengatakan sudah menjadi rahasia umum pemkab dan pemko di Papua sulit membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah karena berbagai alasan. 

Masyarakat merasakan ada banyak masalah berkaitan dengan pengelolaan proyek pemerintah ataupun pelaksanaan program-program yang mendapat alokasi anggaran sangat besar. 

Kalau pada akhirnya BPK malah memberikan opini WTP, tentu ini patut dipertanyakan. "Ada apa," katanya.

Jika di Jakarta saja terjadi praktik suap-menyuap dalam hal pemberian opini WTP oleh BPK terhadap laporan pengelolaan keuangan dari Kementerian Desa PDTT maka besar kemungkinan praktik serupa di daerah. Apalagi Papua, kata mantan Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua yang pernah menjabat Ketua Komisi A DPRD Mimika itu, cukup sulit dalam melakukan pengawasan lantaran terbentur dengan kendala geografis, karakteristik dan lainnya.

Allo Rafra menilai BPK hanya fokus melihat kelengkapan administrasi dalam laporan pengelolaan keuangan pemerintah daerah tanpa disertai dengan pemeriksaan fisik di lapangan.

Tangkap tangan KPK

WTP atau "unqualified opinion" merupakan predikat tertinggi dalam opini BPK atas laporan keuangan masing-masing instansi. Di bawah WTP ada WTP dengan paragraf penjelasan (WTP-DPP), wajar dengan pengecualian (WDP) atau "qualified opinion", opini tidak wajar atau "adverse opinion", dan tidak memberikan pendapat (disclaimer).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo pada Sabtu (27/5/2017) menjelaskan hasil operasi tangkap tangan sehari sebelumnya atas sejumlah pejabat BPK dan Kemendes PDTT bahwa suap yang diduga diberikan oleh Irjen Kemendes PDTT Sugito kepada Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri untuk mengubah status WDP menjadi WTP.

Di ruang kerja Rochmadi juga ditemukan uang Rp1,145 miliar dan 3.000 dolar AS yang belum diketahui kaitannya dengan kasus tersebut.

KPK sementara ini menetapkan empat orang tersangka terdiri atas dua orang pemberi suap yakni Sugito dan Jarot Budi Prabowo, dan dua orang penerima suap yakni Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon I di BPK dan BPK Ali Sadli. 

Kecurigaan adanya praktik suap dibalik pemberian opini WTP oleh BPK kepada sejumlah Pemda di Papua semakin mengemuka lantaran adanya pengakuan orang-orang yang pernah diperiksa auditor BPK bahwa mereka melakukan pertemuan di luar Papua seperti di Bali, Semarang, dan Jakarta.

Allo Rafra mengaku pernah mendengar informasi seperti itu. Nanti setelah selesai pemeriksaan satu kelompok satuan kerja perangkat daerah (SKPD), orang yang diperiksa bertemu dengan pemeriksanya di satu tempat tertentu di luar Papua.(*)

loading...

Sebelumnya

Dinilai hanya untuk pencitraan diplomasi, mahasiswa Papua di Yogya tolak undangan Kemenlu

Selanjutnya

Kapolda Papua disomasi Jaringan Pengacara Kebebasan Sipil terkait Maklumat 2016

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe