Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Gereja minta pemerintah seriusi larangan peredaran minol
  • Selasa, 30 Mei 2017 — 09:35
  • 1313x views

Gereja minta pemerintah seriusi larangan peredaran minol

“Kami Gereja-Gereja menyampaikan terima kasih, pak gubernur yang sudah membuat perda pelarangan miras. Kelemahan yang ada adalah bupati-bupati dan wali kota harus segera tetapkan perda. Kalau tidak ada perda nanti mereka akan jual terus di berbagai daerah dan tempat,” katanya di Sentani, Senin (29/5/2017). 
Demo mahasiswa tolak peredaran minol – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Badan Pelayan Pusat Gereja Injili Di Indonesia (BPP GIDI) meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan kabupaten/kota agar menyeriusi larangan peredaran minuman beralkohol (minol) di tanah Papua. 

Presiden GIDI Dorman Wandikmbo mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan gubernur Papua tentang pelarangan minol. Namun larangan itu harus disertai ketegasan bupati/wali kota di Provinsi Papua. 

“Kami Gereja-Gereja menyampaikan terima kasih, pak gubernur yang sudah membuat perda pelarangan miras. Kelemahan yang ada adalah bupati-bupati dan wali kota harus segera tetapkan perda. Kalau tidak ada perda nanti mereka akan jual terus di berbagai daerah dan tempat,” katanya di Sentani, Senin (29/5/2017). 

Ia juga meminta agar jalur udara dan darat diawasi ketat untuk mencegah pengiriman barang-barang yang dilarang termasuk minol. 

Ia menduga ada oknum-oknum pejabat yang bermain dalam peredaran minol sehingga sulit diberantas. 

“Orang Papua itu mati karena empat hal, yaitu, miras, HIV, perang suku/politik, dan orang Papua juga mati karena moncong senjata. Dari empat ini kalau salah satunya dicabut, maka Gereja akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memberantas miras,” katanya. 

Hal yang sama dikatakan Ketua Badan Pelayanan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (BPP PGGBP) Titus Jikwa. Ia mengatakan, meski sudah ada perda, toh minol masih memasuki daerah pedalaman Papua. 

“Miras ini sampai ke pedalaman, bahkan orang yang di hutan sana juga mabuk. Ini siapa yang kirim? Yang bekerja siapa? Ini pihak keamanan juga bermain ini. Di Abe, Kotaraja dan Waenna pun jualan terang-terangan. Kelihatannya ini polisi juga ikut bermain. Hal ini sama seperti lakukan binatang dikasih makan terus nanti ditoki lagi,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemuda adat jaring aspirasi masyarakat

Selanjutnya

Kingmi Papua gelar konferensi penginjilan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4860x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4273x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4130x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3475x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2921x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe