Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Agar bisa produksi hingga 160 ribu ton per hari, ini tantangan pekerja Freeport
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 06:51
  • 1607x views

Agar bisa produksi hingga 160 ribu ton per hari, ini tantangan pekerja Freeport

Tantangan paling besar di kedalaman adalah adanya kemungkinan ledakan karena beban secara vertikal yang tinggi dan struktur batuan compact (rapat), sehingga batuan bisa tidak tahan dan bisa meledak sendiri, ketika melakukan pembukaan terowongan dan terjadi pelipatgandaan tegangan.
Ilustrasi areal penambangan PT. Freeport Indonesia - ptfi.co.id
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi – PT. Freeport Indonesia, penguasa cadangan tembaga (26,1 miliar pon) dan emas (25,8 juta ons) terbesar di dunia di areal Grasberg dengan ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut mengaku sanggup memproduksi hingga 160 ribu ton per hari dengan footprint hingga 2 km di kedalaman 1,6 km dari permukaan.

Hengky Rumbino, Vice President Underground Mining PT Freeport Indonesia kepada CNN Indonesia Senin (29/5/2017) menyatakan salah satu tambang yang disebut Grasberg black cave kedepan bisa mencapai produksi dua kali lipat dari 80 ribu ton per hari saat ini dengan metode block caving (ambrukan).

“Kami di sana rata-rata memiliki luasan footprint 1 kilometer (km) dikali 800 meter (m). Untuk size produksi, kami bisa capai 80 ribu ton per hari dengan menggunakan metode block caving (ambrukan). Nah, kedepannya ada salah satu tambang kami, namanya Grasberg block cave yang bisa mencapai produksi 160 ribu per hari atau dua kali lipat tambang sebelumnya, karena badan bijihnya dua kali lipat. Nantinya, luasan ini sebesar 2 km kali 1,6 km,” kata Rumbino.

Namun untuk sanggup memroduksi tembaga dan emas sebesar itu, tantangan yang harus dihadapi dan diatasi para pekerja di lapangan cukup membuat bulu kuduk merinding.

Rumbino menjelaskan akibat ketinggian yang ekstrim maka operator yang dibutuhkan harus cukup baik. “Ada fatigue issue (kelelahan hingga dapat pingsan), mengantuk, dan kondisi alam yang kerap berubah,” kata dia.

Setelah tantangan di ketinggian, juga ada tantangan di kedalaman tambang bawah tanah. Medan yang ekstrim lagi-lagi menjadi cobaan. “Tambang kami pun termasuk tambang dalam, saat ini kita menambang di kedalaman 1,6 km. Menambang di jarak seperti itu harus dilakukan dengan baik tanpa adanya kecelakaan kerja,” kata Rumbino lagi.

Walaupun bisa diprediksi, dia juga menekankan tantangan paling besar di kedalaman adalah adanya kemungkinan ledakan karena beban secara vertikal yang tinggi dan struktur batuan compact (rapat), sehingga batuan bisa tidak tahan dan bisa meledak sendiri, ketika melakukan pembukaan terowongan dan terjadi pelipatgandaan tegangan.

“Ledakan bisa diprediksi sehingga kami bisa pindahkan orang dari situ. Lalu kami juga lakukan penanganan lumpur basah, karena bahayanya tinggi. Pasalnya, kalau ada lumpur, kami bisa tertimbun. Beda dengan di area terbuka, kalau ada luncuran lumpur, kami bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Mogok karyawan

Sementara itu, menanggapi perkembangan situasi PT. FI beberapa waktu belakangan ini, para karyawan PT. Freeport berencana akan meneruskan pemogokan mereka yang akan memasuki bulan ke dua.

Terpisah, kepada Reuters (20/5) mewakili serikat pekerja di PT. Freeport, Tri Puspital mengatakan akan memperpanjang mogok karyawan PT. FI selama satu bulan ke depan (Juni) menanggapi PHK sepihak dan karyawan yang dirumahkan.

Diperkirakan sekitar 9000 karyawan diperkirakan akan terlibat.

"Kami akan memperpanjang mogok 30 hari lagi," ujar Tri Puspital sebagai tindak lanjut serikat atas rekomendasi pemerintah yang dirasa belum berpihak pada karyawan.

"Kami menyesalkan sikap perusahaan yang terus secara sepihak mem-PHK karyawan,” ujarnya sambil mengatakan bahwa PT.FI telah mengurangi produksinya hingga setengah akibat pemogokan tersebut.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kapolda Papua disomasi Jaringan Pengacara Kebebasan Sipil terkait Maklumat 2016

Selanjutnya

Hendak dipasarkan ke Papua, 80 kg gula rafinasi disita Polres Gowa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe