Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Nurul: Pengadilan Agama bukan lembaga menceraikan orang 
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 08:54
  • 980x views

Nurul: Pengadilan Agama bukan lembaga menceraikan orang 

“Tapi kalau memang tidak bisa perbaiki (mencari solusi) ya, apa boleh buat, palu tetap berbunyi,” katanya. 
Humas Pengadilan Agama Jayapura, Drs. Nurul Huda ketika diwawancarai di ruang kerjanya – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Pengadilan Agama bukan lembaga untuk menceraikan orang, tetapi ibarat bengkel untuk memperbaiki rumah tangga yang rusak agar hubungan anggota dalam rumah tangga pulih kembali. 

Hal tersebut dikatakan Humas Pengadilan Agama Jayapura, Drs. Nurul Huda ketika ditemui Jubi di ruang kerjanya, Selasa (30/5/2017). 

“Tapi kalau memang tidak bisa perbaiki (mencari solusi) ya, apa boleh buat, palu tetap berbunyi,” katanya. 

Ia mengatakan, tiap perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama tidak langsung disidangkan, tetapi dimediasi terlebih dahulu. Mediator yang dipilih berusaha agar suami-istri yang mau cerai tidak jadi bercerai. 

“Dalam mencari solusi suami-istri harus memikirkan anak. Jangan sampai anak jadi korban emosi dari orang tuanya,” katanya. 

Ia bahkan mengimbau agar suami-istri mempertahankan rumah tangga yang baik agar tak sampai ke pengadilan. 

Hingga Mei 2017, Pengadilan Agama mencatat 186 kasus perkara perceraian dan isbat nikah yang sudah masuk dan ditetapkan sebagai PMH atau menungu majelis hakim yang mau menangani kasus tersebut.

Ada dua macam perkara perceraian yang masuk, yaitu cerai gugat yang dilakukan istri dan cerai talak oleh suami. Dari kasus-kasus tersebut gugatan perceraian oleh istri lebih dominan. 

Ketua Pengadilan Agama Jayapura, Hamzah juga mengimbau hal serupa. Ia mengatakan, Pengadilan Agama Jayapura memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi orang miskin dan tidak mampu. 

“Di sini juga disiapkan pelayanan hukum bagi orang yang tidak mampu dan kita tidak dibenarkan untuk mempersulit orang,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kingmi Papua gelar konferensi penginjilan 

Selanjutnya

Masyarakat Papua diharapkan dukung pangdam baru 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe