Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Tujuh kampung di Sentani Timur sepakat stop BABS
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 18:21
  • 2293x views

Tujuh kampung di Sentani Timur sepakat stop BABS

Kesepakatan itu dinyatakan dalam pesta STBM yang dilaksanakan Dinas Kesehatan  Kabupaten Jayapura, Unicef, Yayasan Hirosi Papua, Komunitas Noken Papua dan Pemerintah Distrik Sentani Timur di Kampung Asei Besar, Rabu (31/5/2017) dan dihadiri Pemkab Jayapura, Bank Papua, BRI, BPJS, pimpinan OPD dan masyarakat Distrik Sentani Timur.
Sekda Kab Jayapura Yerry F. Dien saat meninjau salah satu jamban yang mendukung program STBM di Kampung Asei Besar – Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Tujuh kampung di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura sepakat untuk melaksanakan program stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).  
 
Tujuh kampung tersebut adalah Kampung Nolokla, Asei Pulau, Nendali, Ayapo, Yokiwa, dan Kampung Itakiwa.
 
Kesepakatan itu dinyatakan dalam pesta STBM yang dilaksanakan Dinas Kesehatan  Kabupaten Jayapura, Unicef, Yayasan Hirosi Papua, Komunitas Noken Papua dan Pemerintah Distrik Sentani Timur di Kampung Asei Besar, Rabu (31/5/2017) dan dihadiri Pemkab Jayapura, Bank Papua, BRI, BPJS, pimpinan OPD dan masyarakat Distrik Sentani Timur.
 
Sekda Jayapura, Yerry F. Dien yang membacakan bupati Mathius Awoitauw mengatakan, STBM ini merupakan program PBB dalam rangka meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi total berbasis masyarakat.
 
Disebutnya, air bersih harus benar-benar tersedia sebagai sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu, sumber-sumber air harus dilindungi agar tidak habis.
 
Program itu juga menjadi bagian dalam kerja Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menyediakan fasilitas pendukung di setiap kampung.
 
“Semua pihak harus bergotong royong untuk menjaga apa yang sudah dan sedang dikerjakan oleh semua pihak terkait STBM ini. Satu mahakarya Tuhan bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura adalah Danau Sentani. Tingkat keberadaannya harus benar-benar dijaga,” katanya.
 
Masyarakat juga diimbau agar menyadari jamban yang tersedia untuk mendukung Stop BABS. Program ini disebutnya bersinergi dengan program Kabupaten Layak Anak (KLA) yang sudah dicanangkan Pemkab Jayapura.
 
“Dari kampung kita mulai dengan hal positif maka ini akan menjadi upaya bersama untuk menjadikan daerah kita tetap bersiah, aman dan nyaman bagi siapa saja,” katanya.
 
Pemerintah tingkat distrik pun mendukung program ini. Hal tersebut diakui Kepala Distrik Sentani Timur, Steven Ohee. Steven mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk melaksanakan yang terbaik.
 
“Dari Asei Besar kita akan canangkan Stop Buang Air Besar hingga ke seluruh pesisir Danau Sentani. Karena hal ini sangat penting,” katanya.
 
Ia bahkan menyarankan agar program ini tetap dilakukan untuk menjaga dan melestarikan danau Sentani agar tetap bersih.
 
“Dengan sanitasi dan perilaku yang baik, maka kesehatan kita semua di sini dapat terjaga dengan baik juga,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Persiapan FDS X mulai tampak

Selanjutnya

Hana Hikoyai sebut lima pilar untuk menjaga danau Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe