Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pasca pelantikan pengurus baru, KNPB Merauke ditangkap 
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 18:52
  • 3792x views

Pasca pelantikan pengurus baru, KNPB Merauke ditangkap 

“Penangkapan terjadi pukul 11 siang di Merauke di tempat kegiatan di halaman sekretariat. Semua massa diangkat ke dalam satu mobil dalmas besar, empat mobil patroli, termasuk badan pengurus dan massa yang ikut kegiatan itu ada 77 orang. Bahkan satu balita berusia 3 tahun ikut dibawa," demikian menurut Mecky Yeimo, Badan Pengurus Pusat KNPB melalui sambungan telpon kepada Jubi, Rabu (31/5/2017).
Suasana sekretariat KNPB Merauke/Almaso saat didatangi aparat kepolisian Resort Merauke yang melakukan penangkapan terhadap 77 orang anggota KNPB - IST
Zely Ariane
Editor : Admin Jubi
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1  : 

Jayapura, Jubi - Sebanyak 77 orang anggota dan pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Merauke serta dua orang pengurus Badan Pengurus Nasional KNPB ditangkap aparat kepolisian Resort Merauke dengan menggunakan satu truk dalmas dan empat mobil patroli, Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 11 siang waktu setempat, di halaman sekretariatan KNPB Merauke di Jalan Domba 4. Rimba Jaya, Merauke.

“Penangkapan terjadi pukul 11 siang di Merauke di tempat kegiatan di halaman sekretariat. Semua massa diangkat ke dalam satu mobil dalmas besar, empat mobil patroli, termasuk badan pengurus dan massa yang ikut kegiatan itu ada 77 orang. Bahkan satu balita berusia 3 tahun ikut dibawa," demikian menurut Mecky Yeimo, Badan Pengurus Pusat KNPB melalui sambungan telpon kepada Jubi, Rabu (31/5/2017).

Mecky yang saat menghubungi berada di Kantor Polres Merauke mengatakan terdapat lima anggotanya yang sedang diinterogasi polisi di ruang Reserse Polres. Mereka adalah Charles Sraun sebagai ketua terpilih, Emanuel Metemko, Novaris Wopai, Ibu Pankresia Yem dan Marius Yandum.

Novaris Wopai, sekretaris umum KNPB wilayah Merauke atau wilayah Almaso dalam keterangannya pasca interogasi kepada Jubi mengatakan, polisi mengajukan pertanyaan seputar kegiatan yang mereka lakukan pagi itu. 

"Mereka tanya nama lengkap, jabatan, kegiatan mulai jam berapa, lalu isi kegiatannya apa saja, setelah itu mereka tanya apa tujuan kegiatan itu. Saya sampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka pengukuhan badan pengurus yang baru. Mereka juga Tanya apa visi misi dari KNPB, dan saya katakan secara umum kami berjuang untuk hak penentuan nasib sendiri melalui mekanisme referendum," kata Novaris melalui sambungan telpon.

Dari keterangan Mecky Yeimo, polisi melakukan penangkapan di sekretariat sekitar pukul 11 karena KNPB adalah organisasi yang tidak terdaftar  di Kesbangpol. "Jadi (penangkapan) ini bukan soal izin kegiatan, karena kami sudah selesai lakukan pelantikan, hingga doa penutup, baru mereka datang," kata Mecky.

Dia melanjutkan bahwa aparat keamanan sudah melakukan tindakan berlebihan saat mendatangi sekretariat hingga membawa massa ke Polres Merauke. 

"Mereka memaksa peserta membuka baju BK (Bintang Kejora), noken-noken lambang BK juga disita, mereka bahkan mengeluarkan kata-kata tidak baik (kasar) saat melakukan penggeledahan kantor. Di Polres massa juga ditarik paksa masuk ke ruangan untuk diinterogasi oleh reserse Merauke," kata Mecky.

Orang yang pertama kali diinterogasi, lanjutnya, adalah orang-orang yang menggunakan baju bintang kejora, sementara yang lainnya diperiksa dari ujung rambut sampai kuku kaki, “noken juga semua diperiksa dan dibawa masuk, hp-hp disita.k

Pelantikan badan pengurus wilayah Merauke atau yang mereka sebut KNPB wilayah Almaso tersebut adalah kegiatan internal organisasi setelah memilih pengurus wilayah Merauke melalui konferensi. 

“Ini kan kegiatan di halaman kantor sendiri di sektor Domba, kalau kami lakukan kegiatan terbuka di luar pasti kami memberikan surat pemberitahuan. Ini tindakan tidak ada aturannya, terlalu dipaksakan, tapi bagi kami, ini hanya pengujian mental perjuangan saja bagi KNPB di wilayah Merauke, tegas Mecky.

Kapolres Merauke: Kami coba dalami dulu

AKBP Bahara Marpaung, Kapolres Merauke yang baru saja bertugas satu minggu menggantikan AKBP Taufik Irpan Awaludin, membenarkan penangkapan ke 77 orang tersebut. Tetapi dirinya menolak menyebutnya sebagai penangkapan.

“Bukan ditangkap, tapi kami koordinasikan dulu apa maksud dan tujuan mereka berkumpul dan meresmikan struktur organisasi yang menurut mereka mengatasnamakan KNPB di Merauke. Jadi kita masih coba dalami dulu hal itu. Terus kita kaitkan juga nanti dengan bukti-bukti dan petunjuk apa yang kita dapatkan," demikian keterangan Kapolres Bahara Marpaung saat dihubungi Jubi (31/5) melalui sambungan telpon.

Menurut dia jumlah orang yang "dikumpulkan" dan "diarahkan" tersebut sekitar 72-73 orang, dan hal itu sebagai prosedur biasa. "Ini prosedur biasa saja, tapi nanti dari hasil interogasi kita akan evaluasi, dalami lagi dan kita kaitkan dengan bukti-bukti yang ada, nanti baru kita simpulkan," ujarnya.

Terkait barang bukti yang dimaksudkan dan pelanggaran apa yang dilakukan anggota KNPB, Kapolres belum bisa memberikan keterangan karena masih menunggu hasil interogasi dan pendalaman pemeriksaan.

"Justru di sini kita sedang cari barang bukti yang bisa kita jadikan petunjuk kalau nanti kita misalnya (gunakan) untuk mempersangkakan seseorang, saat ini barang bukti yang kita dapatkan hanya spanduk pelantikan KNPB dan acara doa saja. Kalau bukti permulaan sudah cukup kan kita enak mengarahkannya. Jadi ini belum cukup, masih dalam proses penyelidikan lah, kita lihat hasil interogasinya," ungkap Bahara Marpaung. 

Hingga berita dituliskan menurut Kapolres sebagian anggota KNPB sudah mereka pulangkan. "Sekarang sebagian sudah kita pulangkan, sebagian masih kita interogasi dulu," ujarnya.

Namun, berdasarkan informasi yang Jubi dapatkan dari Badan Pengurus KNPB, hingga pukul 18.00 waktu setempat, ke-77 orang tersebut telah dibebaskan. 

"Tapi barang-barang pribadi kami yang disita aparat Polres tidak mereka kembalikan, hanya hp saja," kata Mecky. (*)

loading...

Sebelumnya

Tanah di Boven Digoel kurang  cocok untuk areal persawahan

Selanjutnya

SMA YPK Merauke dibekali empat pilar kebangsaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe