Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Harga minyak turun tipis setelah kesepakatan pemotongan produksi OPEC
  • Rabu, 05 Oktober 2016 — 06:35
  • 994x views

Harga minyak turun tipis setelah kesepakatan pemotongan produksi OPEC

Sementara itu, data persediaan minyak AS juga dalam fokus, yang diharapkan akan dirilis pada Rabu sore. Analis yang disurvei oleh S&P global Platts memperkirakan kenaikan dua juta barel dalam stok minyak mentah untuk pekan yang berakhir 30 September.
Ilustrasi - IST
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

New York, Jubi - Harga minyak dunia berakhir sedikit lebih rendah pada Selasa (4/10/2016), karena para pedagang terus menilai dampak dari kesepakatan awal tentang pemotongan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga minyak naik sekitar 10 persen dalam lima sesi terakhir setelah OPEC mencapai kesepakatan pada Rabu lalu untuk mengurangi produksi minyak dari 33,24 juta barel per hari menjadi berkisar antara 32,5 juta barel hingga 33 juta barel per hari.

Para menteri minyak OPEC diharapkan akan menuntaskan rincian akhir dari kesepakatan tersebut di pertemuan organisasi mereka pada 30 November di Wina.

Sementara itu, data persediaan minyak AS juga dalam fokus, yang diharapkan akan dirilis pada Rabu sore. Analis yang disurvei oleh S&P global Platts memperkirakan kenaikan dua juta barel dalam stok minyak mentah untuk pekan yang berakhir 30 September.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 12 sen menjadi menetap di 48,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun dua sen menjadi ditutup pada 50,87 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak juga tertekan oleh penguatan dolar AS, karena minyak yang dihargakan dalam greenback membuat harga minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Ketika pound sterling Inggris mencapai tingkat terendah 31 tahun setelah Brexit, dolar AS telah menguat secara tajam, dengan indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 96,13 pada pukul 18.45 GMT. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga desa di India Timur protes tambang batubara

Selanjutnya

Pemerintah Kolombia dan FARC upayakan lagi kesepakatan damai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe