close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. UP2KP apresiasi Dinkes Pegunungan Bintang dan Puncak
  • Kamis, 01 Juni 2017 — 18:16
  • 1303x views

UP2KP apresiasi Dinkes Pegunungan Bintang dan Puncak

Direktur UP2KP Agustinus Raprap yang juga ketua tim survey SDM bidang kesehatan di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Puncak mengapresiasi kedua kabupaten tersebut karena telah membentuk sebuah Satuan Tugas (Satgas) yang dinamakan Satgas Pembaharuan yang bergerak melayani kesehatan di wilayah-wilayah terpencil.
Seorang Satgas Kijang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Obogoi, Kabupaten Mamberamo Raya – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) mengapresiasi dua kabupaten di Papua yang tahun lalu mendapatkan rapor merah dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua karena persoalan kesehatan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan.

Namun dengan rapor merah, dua kabupaten tersebut melakukan berbagai pembenahan di sektor pelayanan kesehatan sehingga ketika Tim UP2KP yang melakukan survei Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan di wilayah tersebut menilai ada kemajuan yang sangat signifikan.

Direktur UP2KP Agustinus Raprap yang juga ketua tim survey SDM bidang kesehatan di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Puncak mengapresiasi kedua kabupaten tersebut karena telah membentuk sebuah Satuan Tugas (Satgas) yang dinamakan Satgas Pembaharuan yang bergerak melayani kesehatan di wilayah-wilayah terpencil.

“Ini sebuah kemajuan, karena tahun lalu kedua wilayah ini mendapatkan rapor merah dari Dinkes Papua, mereka (Dinkes Kabupaten-red) telah mengontrak tenaga kesehatan yang cukup banyak guna ditempatkan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau untuk memberikan pelayanan kesehatan,” katanya di ruang kerjanya kepada Jubi, Rabu (31/5/2017).

Raprap menambahkan, Dinkes Papua telah membentuk Satgas Kaki Telanjang dan Terapung beberapa tahun lalu dan akan berakhir pada akhir 2018. Harapannya 29 kabupaten dan kota bisa mengambil contoh yang telah dilakukan Dinkes Papua.

“Ini sudah dibuktikan oleh Kabupaten Pegunungan Bintang dan Puncak, mereka telah melakukan hal tersebut, malah di Kabupaten Pegunungan Bintang sudah mengontrak tenaga kesehatan 150 orang, jauh lebih banyak dari Dinkes Papua yang hanya 120 orang yang disebar di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Papua,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giyai mendorong program pelayanan kesehatan bergerak di kabupaten/kota, baik mengikuti model pelayanan satuan tugas kaki telanjang (satgas kijang) di Provinsi Papua maupun pelayanan terapung dan terbang. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilot Project, BPJS Kesehatan gandeng Pemkab Nduga

Selanjutnya

Dokter spesialis di Lanny Jaya masih minim

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4962x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4364x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4145x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2559x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe