Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur sebut ada aset Pemprov yang dijual sebelum ia menjabat
  • Sabtu, 03 Juni 2017 — 08:27
  • 2765x views

Gubernur sebut ada aset Pemprov yang dijual sebelum ia menjabat

"Seenaknya bikin kegiatan. Sekarang kita sedang benahi ini. Mereka bikin rusak provinsi ini. Provinsi ini jamannya mereka rusak total sehingga kini kita sedang perbaiki pelan-pelan. Bahkan ada aset pemerintah daerah yang mereka jual," kata Enembe.
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku sudah mengetahui aktor di belakang aksi demo di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta beberapa waktu lalu, yang meminta dirinya ditangkap dan di adili terkait kasus korupsi pembangunan ruas jalan Kemiri-Depapre. 

"Kemarin ada yang demo di KPK, itu kami sudah tahu siapa aktornya. Dari undangan di intelkam kami sudah tahu siapa mereka. Kita sudah tahu permainannya," kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (2/6/2017).

Gubernur Enembe menekankan, jika ingin mengganggu dirinya jangan dengan cara-cara seperti itu, sebab cara seperti itu tidak ada di Papua.

"Ko punya partai masuk mencalonkan diri itu baru hebat. Jadi kalau mau cari kelemahan kita tidak akan dapat," tambahnya.

Lanjut Enembe, orang Papua tidak kenal yang seperti itu.

“Tidak pencuri begitu, tidak ada korupsi semua ikuti mekanisme dan prosedurnya jalan," sambungnya.

Menurutnya, dari dulu ada kelompok-kelompok yang tidak mau membentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP), karena orang-orang tidak bertanggung jawab ada di situ semuanya.

"Seenaknya bikin kegiatan. Sekarang kita sedang benahi ini. Mereka bikin rusak provinsi ini. Provinsi ini jamannya mereka rusak total sehingga kini kita sedang perbaiki pelan-pelan. Bahkan ada aset pemerintah daerah yang mereka jual," kata Enembe.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus Bolly membantah keras jika kader terbaiknya, Lukas Enembe yang kini menjabat Gubernur Papua, melakukan tindak pidana korupsi.

"Sekali lagi, Lukas Enembe bukan tersangka, sehingga jangan provokasi dan adu domba rakyat dengan aksi demo," kata Carolus.

Menanggapi itu, dirinya meminta semua pihak atau bahkan mereka yang berdemo untuk tidak perlu mendahului proses hukum yang sedang berlangsung, apalagi mengabaikan azas praduga tak bersalah sebagai bagian dari suatu proses hukum yang berlangsung.

"Kami minta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak menciptakan suasana seakan-akan Lukas Enembe itu sudah bersalah atau sudah menjadi tersangka dari sebuah kasus korupsi, tapi tidak diperiksa oleh KPK, sehingga harus didorong-dorong dengan demo untuk diperiksa," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua belum terima LHP 2016 dari BPK

Selanjutnya

Pemprov akan susun Perda Larangan Kelompok Radikal di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe