Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Penduduk Lihir ancam tutup bandara
  • Minggu, 04 Juni 2017 — 14:50
  • 1148x views

Penduduk Lihir ancam tutup bandara

Para pemilik lahan bandara di provinsi New Ireland Papua Nugini mengancam akan menutup bandara satu-satunya di pulau itu jika permintaan mereka tidak dipenuhi.
Kawasan tambang Lihir di Provinsi New Ireland, Papua Nugini. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Lihir, Jubi – Para pemilik lahan bandara di provinsi New Ireland Papua Nugini mengancam akan menutup bandara satu-satunya di pulau itu jika permintaan mereka tidak dipenuhi. Mereka meminta kompensasi sebesar 900 juta dolar Amerika Serikat.

Penambangan emas di Lihir yang diusahakan oleh perusahaan asal Australia, Newcrest sangat bergantung pada keberadaan bandara kecil Kunaye yang sering disebut juga bandara Londolovit.

Menurut tim hubungan media pemerintah lokal, Tony Sapan, para pemilik lahan mulai merasa frustrasi karena selama lebih dari 20 tahun perusahaan tambang itu beroperasi, tidak pernah ada kompensasi yang formal yang diterima oleh para pemilik lahan.

“Mereka (pemilik lahan) telah menghitung seluruh kompensasi yang layak bagi mereka selama lebih dari 20 tahun ini. Jika ini dipenuhi, mereka akan berikan izin menggunakan lahan tambang di mana bandara Kunaye berada,” ujar Tony Sapan.

Di luar adanya perjanjian memorandum antara pemerintah provinsi dengan berbagai pihak terkait operasi pertambangan, tetap tidak ada perjanjian formal antara pemilik lahan untuk penggunaan lahan bandara.

“Bandara ini secara fisik menjadi penunjang operasi tambang. Namun, tidak ada perjanjian. Itulah yang membuat para pemilik lahan menjadi meradang,” ujarnya.

Sebelumnya, para pemilik lahan telah memberikan peringatan pada April lalu dan telah melakukan perundingan dengan beberapa pemilik perusahaan tambang, pemerintah dan otoritas sumber daya mineral.

Menurut Sapan, para pemilik lahan berencana akan menggelar pertemuan Rabu depan dan berharap agar ada perwakilan dari pemilik perusahaan tambang untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut dia, para pemilik lahan berusaha untuk melakukan negosiasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan ancaman. “Sebagai jalan terakhir, saya yakin mereka akan melakukan itu (penutupan bandara),” ujarnya. **

loading...

Sebelumnya

Aaradhna dan Kings borong penghargaan Pacific Music Awards

Selanjutnya

Sogavare ingin kerjasama dengan pasukan penjaga perdamaian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe