Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Petugas Puskesmas dan pemerintah harus kompak berantas penyakit Frambusia
  • Minggu, 04 Juni 2017 — 18:16
  • 2475x views

Petugas Puskesmas dan pemerintah harus kompak berantas penyakit Frambusia

“Ini tujuannya adalah setelah mereka mendapatkan informasi, mereka harus merasa bertanggungjawab kepada masyarakatnya, terutama para kepala distrik dan kepala kampong,” jelas Sasarari kepada Jubi di Nabire, Selasa (30/5/17)
Peserta sosialisasi pemberantasan penyakit frambusia – Jubi/Titus Ruban.
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua 1

Nabire, Jubi - Staf bidang pemberantasan penyakit dinas kesehatan propinsi Papua, Yamamoto Sasarari, mengatakan program Frambusia sedang menuju eliminasi atau penghapusan pada 2020. Penyakit ini termasuk dalam kategori yang terabaikan.

Maka itu perlu adanya sosialisasi dan advokasi sebelum dilakukan minum obat. Sehingga semua elemen baik itu pemerintah, dari tingkat kabupaten hingga kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat harus bisa mensosialisasi kepada masyarakatnya

“Ini tujuannya adalah setelah mereka mendapatkan informasi, mereka harus merasa bertanggungjawab kepada masyarakatnya, terutama para kepala distrik dan kepala kampong,” jelas Sasarari kepada Jubi di Nabire, Selasa (30/5/17)

Sedangkan teman-teman yang dari puskesmas mereka sebagai penanggungjawab kesehatan dan harus bekerja sama dengan pemerintah distrik dan kampong.

“Intinya adalah pemberantasan frambusia membutuhkan komitmen bersama, terutama Kadistrik dan kakam sebab merekalah yang punya masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama kepala Kampung Kali Semen, Syamriah Ibrahim menambahkan kegiatan tentang penyakit frambusia ini sangat baik.

Setidaknya penyakit yang selama ini sering diabaikan telah kami mengetahui. Dan tidaklanjutnya, sebagai aparat pemerintahan terdepan, tentunya akan kami sosialisasi kepada masyarakat.

“Melalui pertemuan di kampung, pengajian atau ibadah keluarga atau arisan, akan kami sampaikan,” demikian Syamriah Ibrahim. (*)

loading...

Sebelumnya

Tindaklanjuti pengaduan tokoh Adat Marind, Komnas HAM akan ke Merauke

Selanjutnya

Masyarakat adat suku Wate sepakat akhiri sengketa areal tambang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe