Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Bupati sepakat penerapan P4 di sekolah kembali didorong
  • Minggu, 04 Juni 2017 — 18:51
  • 1755x views

Bupati sepakat penerapan P4 di sekolah kembali didorong

"Jadikan pancasila sebagai ideologi kita bersama untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan. Kita bisa wujudkan Indonesia yang aman, adil dan makmur kalau kita benar-benar menghayati Pancasila dan UUD," katanya.
Bupati Jayawijaya saat memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila di kantor Bupati-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Wamena, Jubi - Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo setuju penerapan Pendidikan, Pengamalan dan Penghayatan Pancasila (P4) di tingkatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi kembali didorong terkhususnya di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila saat ini mulai pudar di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di Jayawijaya sehingga harus dihidupkan kembali.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang luar biasa menggerakan ini (semangat pancasila) kembali untuk dibuat kurikulum agar mengajarkan kepada masyarakat, lebih khusus generasi muda dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Ini akan kita dorong lagi masuk supaya menjadi mata kuliah dasar tentang bagaimana menanamkan jiwa dan rasa nasionalisme," kata Wempi usai memimpin upacara hari Pancasila tingkat Jayawijaya, Kamis (1/6/2017) di kantor bupati.

Untuk itu Bupati mengajak seluruh warga Jayawijaya menjadikan pancasila sebagai konsep dasar dalam pembangunan bernegara, dan menjadikan pancasila sebagai bagian dari hidup.

"Jadikan pancasila sebagai ideologi kita bersama untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan. Kita bisa wujudkan Indonesia yang aman, adil dan makmur kalau kita benar-benar menghayati Pancasila dan UUD," katanya.

Sementara dalam pidato Presiden Joko Widodo yang dibacakan Bupati menjelaskan, pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Sukarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

“Kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini, ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong,” tegas Presiden.

“Saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, biksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Pancasila,” tambah Jokowi. (*)

loading...

Sebelumnya

Opini WTP BPK bukan untuk berpuas diri

Selanjutnya

Ambulance untuk bawa orang sakit bukan kebutuhan pribadi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe