Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Mantan pemimpin kombatan Papua merdeka jadi warga negara Papua Nugini
  • Senin, 05 Juni 2017 — 05:27
  • 2245x views

Mantan pemimpin kombatan Papua merdeka jadi warga negara Papua Nugini

Betari mulai mengomandoi pasukannya di tahun 1980 saat dia berusia 20 tahun. Dia berpindah ke kamp pengungsi East Awin di Provinsi Bagian Barat Papua Nugini di tahun 1987, kemudian menikah dan memiliki lima orang anak.
Ilustrasi perbatasan Indonesia - Papua Nugini - IST
Post Courier
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi – Felix Betari, mantan komandan kombatan Papua merdeka yang berpengalaman lama berjuang untuk kemerdekaan Papua dari Indonesia setelah mendapatkan naturalisasi menjadi warga negara Papua Nugini belum lama ini.

Felix Betari adalah salah satu diantara 146 pengungsi West Papua yang berkas kewarganegarannya diproses oleh petugas kantor Imigrasi dalam acara deklarasi sumpah yang dilakukan di Port Moresby.

Betari mengatakan dirinya pernah mengomandani pasukan kombatan gerilyawan yang terdiri dari sekitar 150-200 warga kampung biasa yang secara sukarela terlibat dalam perjuangan untuk kemerdekaan Papua disekitar perbatasan Papua Nugini dan Indonesia di Merauke.

Mantan pemimpin kombatan tersebut mengaku hanya bersenjatakan tombak dan panah saat melawan tentara Indonesia yang bersenjatakan lebih modern.

“Perlawanan kami itu untuk merdeka dari Indonesia, dan kami banyak terbunuh oleh mereka dengan berbagai cara yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan. Hal itu tidak bisa dibenarkan, karena kami hanya menginginkan kemerdekaan,” ujar Betera.

Betari mulai mengomandoi pasukannya di tahun 1980 saat dia berusia 20 tahun. Dia berpindah ke kamp pengungsi   East Awin di Provinsi Bagian Barat Papua Nugini di tahun 1987, kemudian menikah dan memiliki lima orang anak.

Satu anaknya sudah menjadi tenaga medis, yang berikutnya mengajar di sekolah dasar, dan yang satu lagi duduk di tahun ketiga sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Goroka. Dua anaknya yang lain masih duduk di sekolah kelas 8 dan 10 di Kiunga.

Betari mengatakan demi masa depan anak-anaknya ia memilih untuk meletakkan senjata dan melupakan masa lalu serta menjadi warga negara Papua Nugini.

“Sekarang saya sudah menjadi warga negara Papua Nugini dan berterima kasih pada pemerintah dan rakyat Papua Nugini.  Saya juga berbahagia untuk anak-anak saya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pembela Kebebasan Sipil di Jakarta kecam penangkapan di Timika dan Merauke

Selanjutnya

Dapat penghargaan dari Timor Leste, Mantan PM Vanuatu tetap dukung Papua Merdeka

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe