Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Dapat penghargaan dari Timor Leste, Mantan PM Vanuatu tetap dukung Papua Merdeka
  • Senin, 05 Juni 2017 — 05:41
  • 2343x views

Dapat penghargaan dari Timor Leste, Mantan PM Vanuatu tetap dukung Papua Merdeka

Saat mendapat penghargaan Order of Timor Leste di Dili karena mendukung perjuangan kemerdekaan negeri itu, Mantan perdana menteri Vanuatu, Barak Sope menegaskan keyakinannya bahwa West Papua juga akan merdeka dari Indonesia.
Mantan Perdana Menteri Vanuatu, Barak Sope (kiri) dan Benny Wenda (kanan) – Vanuatu Daily Post
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Mantan perdana menteri Vanuatu, Barak Sope, mengaku sangat yakin West Papua akan merdeka dari Indonesia.

Sope yang sejak lama menjadi pendukung kemerdekaan Timor Leste, seperti dilansir postcourier.com meyampaikan hal tersebut setelah dianugerahkan penghargaan "Order of Timor Leste" belum lama ini di Ibukota Dili, atas kontribusinya terhadap kesuksesan perjuangan pembebasan negeri itu.

Penghargaan tersebut adalah yang tertinggi diberikan oleh Timor Leste.

Sope pun sejak lama menjadi pengadvokasi West Papua serta hak penentuan nasib sendiri West Papua.

Di awal Desember tahun lalu, dirinya mendorong Vanuatu menjadi anggota Komite Khusus PBB untuk Dekolonisasi guna menghadapi kepentingan Indonesia.

Sope menuding pemerintah Indonesia ada di Komite Dekolonisasi hanya untuk memastikan agar perihal penentuan nasib sendiri West Papua tidak didiskusikan.

Barak Sope saat itu mengatakan bahwa Indonesia adalah satu-satunya anggota komite yang menginginkan agar agenda hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua itu tidak dibahas di PBB. Sementara, Vanuatu adalah salah satu negara yang cukup getol menyuarakan hak menentukan nasib sendiri bagi Papua. Dan Sope adalah salah satu advokat pembelanya.

Menurut dia, Vanuatu memiliki hak untuk menduduki kursi anggota Komite PBB dan seharusnya bisa mendesakkan agenda tersebut. “Alasan Indonesia ada di komite itu adalah untuk menghalau pembahasan isu Papua. Itu saja yang mereka mau – memastikan agenda Papua tidak dibahas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sope menilai negara-negara pendukung ide penentuan nasib sendiri bagi Papua sebaiknya ada di dalam Komite 24, komite yang membahas agenda dekolonisasi negara-negara di dunia.(*)

 

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Mantan pemimpin kombatan Papua merdeka jadi warga negara Papua Nugini

Selanjutnya

Kemitraan ENGIE-EVI senilai 240 juta dolar akan listriki 3000 kampung di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe