Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Bantuan pembangunan gereja tak lagi berupa uang
  • Senin, 05 Juni 2017 — 10:36
  • 1249x views

Bantuan pembangunan gereja tak lagi berupa uang

"Sumbangan ini atas nama lembaga DPRP, bukan atas nama pribadi saya. Kami harap bangunan ini bisa selesai dalam waktu singkat, dengan harapan kedepan pembangunan gereja dari dedominasi manapun, jemaat yang berusaha memulai, sisanya pemerintah yang selesaikan, tapi tidak dalam bentuk uang. Jemaat tinggal terima kunci, karena kalau dalam uang jemaat saling curiga," kata Wonda usai meletakkan batu pertama.
Ketua DPRP, Yunus Wonda Ketika Meletakkan Batu Pertama Tanda Dimulainya Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Asia SP I, Klasis Yapka, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Sabtu (3/6/2017).
Arjuna Pademme
Editor : Dominggus Mampioper
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, kini Pemprov Papua dan DPR Papua tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk uang langsung kepada jemaat ketika akan membangun gereja. Langkah ini diambil agar tidak ada saling curiga antar sesama jemaat.

Hal tersebut dikatakan Yunus Wonda ketika melakukan kunjungan kerja dan meletakkan batu pertama menandai pembangunan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Asia SP I, Klasis Yapka, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura bersama anggota DPR Papua dari dapil I, Mustakim, Sabtu (3/6/2017).

Dalam agenda itu, Yunus Wonda menyerahkan bantuan berupa bahan material diantaranya 200 sak semen, besi, dan alat pertukangan untuk memulai pengerjaan pembangunan gereja. Bantuan itu merupakan sumbangan dari lembaga DPR Papua.

"Sumbangan ini atas nama lembaga DPRP, bukan atas nama pribadi saya. Kami harap bangunan ini bisa selesai dalam waktu singkat, dengan harapan kedepan pembangunan gereja dari dedominasi manapun, jemaat yang berusaha memulai, sisanya pemerintah yang selesaikan, tapi tidak dalam bentuk uang. Jemaat tinggal terima kunci, karena kalau dalam uang jemaat saling curiga," kata Wonda usai meletakkan batu pertama.

Menurutnya, ini merupakan salah satu visi misi gubernur Papua yang dilaksanakan pihaknya. Pemprov Papua dan DPR Papua akan selalu berupaya membantu pembangunan rumah ibadah, baik gereja maupun masjid selama lahan yang akan dijadikan lokasi tidak bermasalah terkait hak ulayat. Pihaknya tak ingin keberadaan gereja menjadi masalah.

"Dua atau tiga pekan kedepan, kami akan kirim bantuan 1.000 lembar atap seng untuk semua rumah ibadah di daerah ini. Baik gereja maupun masjid. Ini bagian dari visi misi gubernur yang sedang kami laksanakan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, jemaat gereja harus bersatu. Saling mengahargai, menjaga memberikan rasa aman, dan nyaman dengan baik antar sesama umat beragama maupun pemeluk agama lain. Yang terpenting, tidak membawa politik ke dalam gereja, karena akan merusak hubungan kekeluargaan.

"Gereja itu untuk beribadah kepada Tuhan, bukan untuk berpolitik. Kami berpesan kepada semua pihak di Distrik Yapsi ini, jangan lagi ada yang memasukkan miras ke wilayah ini. Tidak boleh lagi ada miras. Miras hanya membuat orang dan lingkungan tidak nyaman, menjadi penyebab berbagai kasus kriminal dan lainnya," katanya.

Ketua panitia pembangunan GIDI Jemaat Asia SP I, Klasis Yapka, Imam Syafi'I mengatakan, pihaknya manargetkan pembangunan gereja dengan luar 8 meter dan panjang 16 meter itu rampung dalam dua bulan. "Kami akan kerjakan secepatnya. Kami akan bekerjasama dengan masyarakat membangun gereja ini agar cepat selesai. Ini kepercayaan penuh dari gubernur dan ketua DPRP yang harus kami laksanakan," kata Komandan LMR RI Papua itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur Papua : Jangan ganggu lembaga gubernur, itu milik Orang Asli Papua

Selanjutnya

Pemilik ulayat tanah transmigrasi merasa diperlakukan tak adil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6092x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5703x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3774x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe