Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Program Nusantara Sehat harus samai Satgas Kesehatan 
  • Senin, 05 Juni 2017 — 18:45
  • 2405x views

Program Nusantara Sehat harus samai Satgas Kesehatan 

“Dokter nanti intervensi dari pusat, dalam waktu dekat di tahun ini kita akan intervensi melalui Program Nusantara Sehat,”  kata Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kemenkes RI drg. Usman Sumantri di Jayapura, Jumat (2/6/2017).
Satgas Kaki Telanjang saat bertugas di Kampung Kewerba, Kabupaten Mamberamo Raya – Jubi/ Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Kementerian Kesehatan berjanji segera menempatkan tenaga medis khusus  di seluruh Provinsi Papua untuk menindaklanjuti  program Nusantara Sehat atau di Papua dikenal dengan Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang dan Terapung.
 
“Dokter nanti intervensi dari pusat, dalam waktu dekat di tahun ini kita akan intervensi melalui Program Nusantara Sehat,”  kata Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kemenkes RI drg. Usman Sumantri di Jayapura, Jumat (2/6/2017).
 
Dikatakan, program Nusantara Sehat bertujuan untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi, dan mutu tenaga kesehatan dengan berbasis pada tim dan melibatkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Menurutnya, ada dua spesifikasi tenaga medis. Jika di daerah perkotaan yang jumlah penduduknya padat dia bisa hidup dengan jaminan kesehatan  yang dibayar melalui BPJS. Namun untuk Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang penduduknya masih jarang, maka dibayar melalui program Jaminan Kesehatan  Nasional (JKN).

“Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota harus mempersiapkan tenaga medis yang kurang, terutama tenaga kesehatan masyarakat, terkait  dengan lingkungan sehat, gizi masyarakat dan tenaga-tenaga sanitarian,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giay mengatakan, sebelum masuknya program Nusantara Sehat di Papua, pihaknya sudah membentuk Satgas kaki Telanjang dan Terapung yang sudah berjalan kurang lebih tiga tahun.
 
Ia berharap program Nusantara Sehat bisa bekerja seperti yang dilakukan Satgas
Kesehatan.

“Kami sudah buat dan akan berakhir 2018, banyak masyarakat di wilayah pedalaman Papua sangat merespon positif Satgas kesehatan yang kami bentuk, karena Satgas kami ini langsung melakukan pelayanan dari rumah ke rumah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua HMPLJ: Kehadiran Lenis Kogoya bukan karena politik

Selanjutnya

Pembentukan karakter harus dimulai dari usia dini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe