Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Menkominfo dan polri bahas aturan medsos
  • Rabu, 05 Oktober 2016 — 15:37
  • 1425x views

Menkominfo dan polri bahas aturan medsos

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan membicarakan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian seputar penanganan komunikasi di media sosial (medsos) agar tidak menimbulkan ujaran kebencian atau perselisihan terutama dalam menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada).
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. – tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan membicarakan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian seputar penanganan komunikasi di media sosial (medsos) agar tidak menimbulkan ujaran kebencian atau perselisihan terutama dalam menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Tadi saya bicara sama Kapolri, minggu depan akan ada pertemuan dengan Kepala Polri, saya, KPU dan tokoh masyarakat juga," ujar Rudiantara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Rudiantara mengatakan penanganan ujaran kebencian tidak hanya berfokus pada upaya menyiapkan peraturan yang mendukung. "Saya sampaikan pendekatannya tidak boleh hanya pendekatan regulasi, undang-undang kemudian PP (peraturan pemerintah), peraturan menteri, kita pendekatannya harus pendekatan ke masyarakat," ujarnya.

Penanganan ujaran kebencian lewat media komunikasi apapun juga harus melibatkan peran serta masyarakat. "Menyelesaikannya tidak bisa hanya menggunakan regulasi tapi harus pendekatan pada masyarakat, kepada sifatnya yang sosial, kepada masalah-masalah etika, itu akan kita bicarakan," tuturnya.

Rudiantara mengatakan pihaknya tentu akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum. Dia menuturkan pihaknya juga berdiskusi dengan tokoh masyarakat yang mengerti masalah sosial untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang etika berkomunikasi lewat media.

Dia mengatakan pihaknya bukan hanya fokus pada etika ujaran karena adanya penyelenggaraan pilkada serentak di seluruh Indonesia pada 2017 tapi juga konteks keseluruhan komunikasi di tengah masyarakat agar tidak menjadi ujaran kebencian dan menimbulkan perselisihan.

Menurutnya, jika menerima informasi dari media sosial perlu ada penyaringan karena dikhawatirkan ada unsur ketidakbenaran.

"Kalau kita terima informasi di media sosial di pemikiran kalau saya pribadi itu ada sebagian yang sudah saya hilangkan bahwa itu tidak benar," tuturnya.

"Jadi kembali pendekatannya harus kepada 'soft approach' melibatkan masyarakat sebanyak-banyaknya," tuturnya. Rudiantara menuturkan pihaknya akan mendukung penanganan ujaran kebencian dari sisi teknologi maupun sisi regulasi.

Rudiantara menambahkan akun di media sosial yang berisi ujaran kebencian dan dapat menimbulkan perselisihan dapat saja diblokir. "Kalau kami selalu patokannya regulasi-regulasi, capek sendiri, jadi kita akan ajak masyarakat berpartisipasi," ujarnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Irman ungkap hubungannya dengan Memi

Selanjutnya

Polisi tahan tujuh tersangka calo haji ilegal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe