Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Giliran Sogavare kecewa pada Trump
  • Selasa, 06 Juni 2017 — 14:50
  • 1019x views

Giliran Sogavare kecewa pada Trump

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare mengikuti langkah para pemimpin Pasifik lainnya menyatakan kekecewaannya pada keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tarik diri dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare saat mengunjungi korban badai Winston./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

New York, Jubi – Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare mengikuti langkah para pemimpin Pasifik lainnya menyatakan kekecewaannya pada keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tarik diri dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Seperti diberitakan, Trump pekan lalu menyatakan mundur dari kesepakatan yang telah ditandatangani 195 negara itu pada tahun 2015.

Dalam sebuah pernyataan, Manasseh Sogavare mengatakan bahwa Kepulauan Solomon berdiri membela solidaritas bersama masyarakat internasional dalam menegaskan komitmennya memenuhi Kesepakatan Paris. Ia menambahkan bahwa Kepulauan Solomon telah kehilangan lima pulau dan terus merelokasi penduduknya karena ada ancaman peningkatan tinggi muka air laut dan bencana badai yang terus datang akibat perubahan iklim.

Sambil menyindir Trump, Sogavare mengatakan bahwa Solomon tidak berpikir untuk mencari keuntungan sendiri dalam aksi global memerangi perubahan iklim ini. Menurut dia, masa depan seluruh bangsa ini bergantung pada aksi dan tindakan hari ini untuk mengendalikan dampak perubahan iklim.

“Perubahan iklim adalah isu global yang membutuhkan penanganan secara global pula saat ini. Kesepakatan Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tetap merupakan kesempatan kita untuk memperbaiki masa depan bangsa dan umat manusia. Kita tidak boleh membiarkan Kesepakatan Paris menjadi gagal,” ujarnya.

Sogavare berharap agar hasil penelitian ilmiah tentang perubahan iklim dijadikan panduan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam menetapkan kebijakan global terkait perubahan iklim.

Sebelumnya, Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga, memerintahkan seluruh jajarannya untuk membatalkan semua kerjasama dengan Amerika Serikat. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah AS yang menarik diri dari Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.

Selain itu, ekspresi kekecewaan telah dilontarkan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama terhadap pemerintah Trump karena masalah yang sama. **

loading...

Sebelumnya

Independensi pers di Tonga terancam

Selanjutnya

Seekor dinosaurus “Cryptid” dilaporkan hidup di Danau Murray

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6193x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5770x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3928x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe