Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Peninggalan Jepang di Pulau Meti tidak terawat
  • Selasa, 06 Juni 2017 — 16:31
  • 1892x views

Peninggalan Jepang di Pulau Meti tidak terawat

Ambon, Jubi - Situs-situs sejarah peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II di Pulau Meti, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengalami kerusakan akibat tidak terawat, bahkan ada yang dialihfungsikan oleh warga setempat.
rongsokan sisa perang dunia II di Pulau Morotai. Jubi /Panduanwisata.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Ambon, Jubi - Situs-situs sejarah peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II di Pulau Meti, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengalami kerusakan akibat tidak terawat, bahkan ada yang dialihfungsikan oleh warga setempat.

"Menurut informasi dari kepala desa setempat, dulu di pulau itu banyak sekali peninggalan Jepang, sekarang tidak ada lagi karena sudah dijual kepada pedagang besi tua," kata arkeolog Lucas Wattimena, di Ambon, Selasa.

Informasi tersebut didapatkan ketika meneliti tradisi pembuatan perahu tradisional masyarakat Halmahera Utara pada Maret 2017.

Dalam penelitian itu, para arkeolog menemukan beberapa temuan arkeologis masa Perang Dunia II masih tersisa, seperti satu buah meriam, enam lubang perlindungan, satu landasan pesawat terbang, bekas permukaan landasan berupa drum, dan satu bunker.

Sebagian besar temuan sudah dalam kondisi rusak berat, beberapa di antaranya bahkan sudah dialihfungsikan oleh penduduk.

Landasan pesawat terbang hanya menyisakan bentuk lantai tanah berpermukaan rata dan digunakan sebagai jalan setapak dengan sederetan rumah berada di sebelah kiri dan kanannya.

Tak jauh berbeda dengan situs peninggalan lainnya, situs meriam Jepang yang berada di sisi selatan Pulau Meti, kurang lebih tiga meter dari bibir pantai dengan posisi menghadap ke laut yang mengarah ke Pulau Halmahera bagian timur (Kabupaten Halmahera Barat), juga sudah rusak berat.

Sedangkan, bunker yang berada kurang lebih 50 meter dari lubang-lubang perlindungan, kondisinya memprihatinkan. Ditumbuhi semak belukar.

"Pulau itu adalah bekas peninggalan Jepang setelah dipukul mundur oleh tentara Sekutu di Pulau Morotai tahun 1943," katanya.

Pulau Meti berhadapan langsung dengan Lautan Pasifik.(*)

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bupati Halbar terima penghargaan budaya dari Belanda

Selanjutnya

BPBD Ambon kehabisan terpal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe