Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. OAP di Kampung Konorau diabaikan pemerintah
  • Selasa, 06 Juni 2017 — 17:28
  • 829x views

OAP di Kampung Konorau diabaikan pemerintah

“Saya juga tidak mengerti dengan program kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah setempat,” ujarnya.
Masyarakat di kampung-kampung di pedalaman Distrik Waan, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L. Kobun
Ans K
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Merauke, Jubi – Orang asli Papua (OAP) atau penduduk asli Kampung Konorau, Distrik Waan, Merauke seakan dianaktirikan oleh Pemerintah setempat. Mereka sangat susah mencari nafkah untuk menyambung hidupnya.
 
Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu ketika ditemui Jubi di ruang kerjanya, Senin (5/6/2017).
 
“Saya juga tidak mengerti dengan program kerja dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah setempat,” ujarnya.
 
“Ketika mereka akan menyusun program kerja, apakah langsung ke kampung mendengar aspirasi masyarakat atau hanya menebak-nebak dan memprogramkan?” lanjutnya bertanya.
 
Kampung-kampung di daerah pedalaman Merauke semacam Kimaam dan Waan hanya dijangkau transportasi laut. Pemerintah setempat pun diminta agar tetap memperhatikan kehidupan masyarakatnya.
 
Masyarakat lokal juga hanya mengandalkan hasil laut. Mereka menjual ikan-ikan hasil tangkapannya untuk mendapatkan uang. Namun mereka malah sulit memasarkannya sebab membutuhkan waktu berjam-jam untuk ke kota. 
 
Akibatnya mereka kerap membuang begitu saja ikan-ikan yang ditangkap selain untuk konsumsi dalam keluarga.
 
“Saya berharap agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke mempunyai program menampung ikan dari masyarakat. Sehingga hasil kerja keras mereka, mendapatkan uang sekaligus membeli kebutuhan hidup keluarga,” katanya.
 
Rohaniwan Katolik, Romo Silvester Tokio, Pr beberapa waktu lalu menjelasan, umumnya masyarakat di kampung-kampung di Distrik Waan memiliki potensi ikan yang banyak. Namun mereka sulit menjual hasil tangkapannya.
 
“Kalau dulu masih ada perusahan di Wanam, kapal-kapal asing masuk di kampung sekaligus membeli ikan dari nelayan. Namun, beberapa tahun terakhir tak beroperasi, sehingga ikan tangkapan nelayan, dibuang begitu saja,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

SMA YPK Merauke dibekali empat pilar kebangsaan

Selanjutnya

Pasangan lansia di Merauke jadi pemulung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4615x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4401x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4235x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3525x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe