Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Forum peduli Port Numbay bersihkan Pantai Mendug
  • Selasa, 06 Juni 2017 — 17:40
  • 746x views

Forum peduli Port Numbay bersihkan Pantai Mendug

Ketua FPPNG Fredy Wanda mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya sekadar momen, tetapi harus ada perubahan prilaku.
Para penggiat lingkungan saat membersihkan sampah di Pantai Mendug, Engros, Kota Jayapura – Jubi/ist
Roy Ratumakin
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) membersihkan Pantai Mendug, Enggros, Kota Jayapura untuk memperingati Hari Lingungan Hidup Sedunia, 5 Juni.

Ketua FPPNG Fredy Wanda mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya sekadar momen, tetapi harus ada perubahan prilaku.

Pihaknya bahkan memberi catatan soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang harus menjadi dasar pembangunan di Kota Jayapura.

Pembangunan di ibu kota Provinsi Papua ini disebutnya tak bisa dihindari, tapi harus diatur dan dikontrol baik. Pembangunan pun tak sekadar berorientasi pada PAD (pendapatan asli daerah).

“Tidak sekedar mengejar PAD yang akhirnya banyak daerah yang harusnya bebas dari bangunan justru berhimpit beton. Kami sudah mencermati hal ini sejak lama. Jika pemerintah keluar dari RTRW maka situasi sulit akan dialami masyarakat kota ke depan dan ini perlahan terus terjadi,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Senin (5/6/2017).

Ia melanjutkan, warga terus mengeruk perbukitan untuk membuat rumah sehingga saluran air tertutup hingga mengakibatnya banjir. Padahal dalam tatanan adat ada daerah yang tidak layak dibangun karena harus bebas dari bangunan.

“Nah ini perlahan-lahan diabaikan, sehingga konsekuensinya akan nyata. Jika hujan kita akan banjir dan jika panas kita kesulitan air,” ujarnya.

Menurutnya daerah aliran air seperti Kampwolker, Skyline, perbukitan Emereuw Abepura dan kawasan Jalan Baru Otonom, Kotaraja termasuk kawasan yang mendekati penyangga Cycloop. Maka Pemkot Jayapura diingatkan tak lalai menangani persoalan tersebut.

“Ingat kejadian 22 Februari 2012? Sembilan orang meninggal akibat longsor di Jayapura. Itu contoh konkret," katanya.

Media Champaign FPPNG, Dian Wasaraka berpendapat, perlu bergerak bersama untuk menyelamatkan bumi sebagaimana tema hari lingkungan tahun ini “conecting people to nature”.  Meski demikian, implementasi peraturan dinilainya masih lemah.

“RTRW Kota Jayapura misalnya sudah menetapkan zona-zona yang tidak layak dibangun untuk alasan apapun, tapi tetap saja dilanggar. Parahnya kalau terjadi bencana (banjir, tanah longsor ) semua sibuk cari kambing hitam tanpa mau mengoreksi diri,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

FDS tahun ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat lokal

Selanjutnya

Kosapa perkenalkan sastra Papua pada penggiat literasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe