Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Pengelolaan cagar alam Tanjung Wiay harus terpadu
  • Selasa, 06 Juni 2017 — 18:12
  • 1740x views

Pengelolaan cagar alam Tanjung Wiay harus terpadu

Menurut Asisten II, tata kelola kawasan  konservasi cagar alam  di Kabupaten Nabire erat kaitannya dengan visi dan misi Bupati Nabire yaitu membuka isolasi daerah demi terwujudnya masyarakat Nabire berwawasan keberagaman, berkeadilan, sejahtera dan mandiri  secara  berkelanjutan.
Peserta konsultasi publik, penataan blok pengelolaan cagar alam Tanjung Wiay – Jubi/Titus Reporter: Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi  – Pengembangan dan pengelolaan kawasan konservasi sumber daya  alam  (SDA) dan cagar alam di Kabupaten Nabire, tidak cukup hanya dengan memetakan potensi dan menawarkan obyek daya tarik alam. Dibutuhkan sinkronisasi kebijakan dan program dari semua pihak secara nyata di lapangan. 

Hal tersebut dikatakan Bupati Isaias Douw dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Pembangunan Thayib Syaifudin, mewakili Bupati saat membuka  konsultasi publik penataan blok cagar alam Tanjung Wiay Kabupaten Nabire, Selasa, (6/6/2017) di Nabire.

Menurut Asisten II, tata kelola kawasan  konservasi cagar alam  di Kabupaten Nabire erat kaitannya dengan visi dan misi Bupati Nabire yaitu membuka isolasi daerah demi terwujudnya masyarakat Nabire berwawasan keberagaman, berkeadilan, sejahtera dan mandiri  secara  berkelanjutan.

Thayib berharap konsultasi tersebut dapat membuka ruang informasi dan diskusi diantara berbagai pemangku kepentingan, “agar pengembangan dan pengelolaan kawasan konservasi dan cagar alam menjadi  lebih baik lagi dimasa mendatang,” ujarnya.

Potensi SDA di Kabupaten Nabire menurut dia cukup banyak dan beragam sehingga harus dikelola dan dikembangkan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

“Saya berharap konsultasi ini dapat mewujudkan suatu komitmen dan kesepahaman khususnya pihak-pihak terkait untuk mempertahankan fungsi dan keberadaan kawasan cagar alam,” kata Thayib.

Di tempat yang sama Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Nabire Irawan Effendi mengatakan penataan blok cagar alam Tanjung Wiay dibutuhkan karena kawasan tersebut memiliki fungsi sebagai kawasan perlindungan bagi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta penyangga kehidupan.

Untuk itu KSDA Papua pada tahun ini menyusun beberapa program yang didalamnya mencakup penataan blok pengelolaan cagar alam Tangjung Wiay.

Rencana pengelolaan ini akan didusun dengan melibatkan berbagai pihak antara lain unsure Forkompimda Nabire, pimpinan OPD terkait, Lembaga Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan perwakilan masyarakat sekitar kawasan cagar alam Tanjung Wiay.

Tujuannya untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait rencana pengelolaan agar esuai peruntukannya. (*)

loading...

Sebelumnya

Peringati HLH sedunia, Bupati Isaias Douw dorong regulasi sampah di Nabire

Selanjutnya

Bupati Nabire: Presiden Jokowi semoga berkenan kunjungi Nabire 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe