Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perusahaan nikel didenda karena membuang cairan asam
  • Rabu, 07 Juni 2017 — 15:48
  • 922x views

Perusahaan nikel didenda karena membuang cairan asam

Pengadilan di Kaledonia Baru menjatuhkan hukuman denda sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat kepada sebuah perusahaan tambang nikel karena terbukti membuang sampah cairan asam ke pelabuhan Prony pada tahun 2014.
Pantai Prony di Kaledonia Baru bagian selatan. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Prony, Jubi – Pengadilan di Kaledonia Baru menjatuhkan hukuman denda sebesar 2.000 dolar Amerika Serikat kepada sebuah perusahaan tambang nikel karena terbukti membuang sampah cairan asam ke pelabuhan Prony pada tahun 2014.

Perusahaan tambang bernama Vale itu terbukti lalai dan mencemari lingkungan dengan muntahan cairan asam yang merupakan limbah dari operasi penambangan yang mereka lakukan.

Pada tahun 2014, perusahaan tersebut memuntahkan beberapa liter cairan asam dari tempat penampungan milik mereka ke area perairan di sekitar pelabuhan Prony. Pada saat itu, pihak perusahaan langsung melakukan antisipasi perluasan kebocoran hydrochloric yang tumpah.

Selama menghadapi proses tuntutan pencemaran lingkungan, Vale berulangkali mengajukan banding dengan berdalih bahwa mereka telah melakukan upaya pencegahan kebocoran lebih lanjut.

Berdasarkan catatan World Wild Fund (WWF), beberapa kasus serupa terjadi di wilayah Goro yang merupakan situs warisan dunia. Tumpahan sampah cairan asam juga merusak sebagian area Goro. Hingga kini, gugatan mereka belum didengar oleh pengadilan.

Butuh waktu tiga tahun bagi WWF untuk dapat membuat pengadilan akhirnya memutuskan vonis terhadap Vale. Pada tahun 2014, WWF adalah organisasi yang melaporkan tindakan Vale di Prony.

Saat itu, WWF melaporkan perusahaan Vale tidak cukup menunjang perlindungan lingkungan dalam operasi tambang nikel yang mereka lakukan. Padahal, pemerintah memperbolehkan Vale beroperasi jika telah memenuhi standar lingkungan yang aman.

Kebocoran sampah asam pada tahun 2014 itu merupakan yang ke-6 kalinya sejak tahun 2009. Sejak itu juga, banyak pihak mendesak pemerintah untuk segera menutup operasional perusahaan Vale. Manajer WWF KAledonia Baru, Hubert Geraux mengatakan pihaknya tidak bisa menunggu terus hingga tingkat pencemaran makin parah.**

loading...

Sebelumnya

Pasukan gabungan di Manus telah aktif

Selanjutnya

Selandia Baru didesak intervensi nasib pengungsi Manus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe