close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Selandia Baru didesak intervensi nasib pengungsi Manus
  • Rabu, 07 Juni 2017 — 15:50
  • 950x views

Selandia Baru didesak intervensi nasib pengungsi Manus

Partai oposisi Selandia Baru, Partai Hijau mendesak agar pemerintah Selandia Baru turut intervensi dalam menentukan nasib para pengungsi yang berada di kamp milik Australia di pulau Manus.
Suasana kamp pengungsi di Nauru. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Auckland, Jubi – Partai oposisi Selandia Baru, Partai Hijau mendesak agar pemerintah Selandia Baru turut intervensi dalam menentukan nasib para pengungsi yang berada di kamp milik Australia di pulau Manus.

Setelah empat tahun berada di kamp Manus, 140 pencari suaka politik mengajukan permohonan suaka politik ke Selandia Baru dengan cara mengirimkan surat kepada perdana menteri Bill English. Mereka berharap permohonan mereka disetujui sebelum kamp pengungsi di Manus ditutup pada Oktober mendatang.

Pada tahap sekarang, para pencari suaka politik bisa dideportasi atau dipaksa tinggal di Papua Nugini, sebuah negara yang mereka anggap tidak aman bagi para pencari suaka.

Juru bicara Partai Hijau, Denise Roche mengatakan bahwa perdana menteri Bill English sebaiknya mengambil sikap berbeda dari pendahulunya.

“Kita punya perdana menteri yang berbeda sekarang, jadi kita harus menyerukan agar ia menunjukkan kepemimpinannya dan bekerjasama dengan Australia dan Papua Nugini untuk menerima para pencari suaka politik yang kini terlunta-lunta di Manus,” ujarnya.

Sementara, pemerintah Selandia Baru telah menegaskan bahwa negara itu hanya akan menerima 150 pengungsi dan pencari suaka politik dari dua kamp, yaitu Manus dan pulau Nauru. **

loading...

Sebelumnya

Perusahaan nikel didenda karena membuang cairan asam

Selanjutnya

Negara-negara Pasifik waspadai pendirian pabrik rokok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4962x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4363x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4145x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2559x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe