Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Negara-negara Pasifik waspadai pendirian pabrik rokok
  • Rabu, 07 Juni 2017 — 15:52
  • 975x views

Negara-negara Pasifik waspadai pendirian pabrik rokok

Negara-negara di Pasifik kian mewaspadai dampak konsumsi rokok bagi penduduknya.
Ilustrasi. Negara-negara Pasifik mewaspadai pendirian pabrik rokok. /furtherafrica.com
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Honiara, Jubi – Negara-negara di Pasifik kian mewaspadai dampak konsumsi rokok bagi penduduknya. Kehadiran pabrik rokok membuat pemerintah waswas akan dampak lanjutannya yaitu tingkat kesehatan masyarakat yang akan memburuk.

Baru-baru ini, otoritas kesehatan di Kepulauan Solomon waswas dengan berdirinya pabrik rokok ketiga di negara tersebut. Mereka khawatir mengingat negara itu tergolong memiliki prevalensi tertinggi di dunia dalam hal jumlah perokok di kalangan remaja.

Diperkirakan hampir 40 persen remaja berusia 13-15 tahun di Kepulauan Solomon adalah perokok. Selama ini, hanya ada dua pabrik rokok di kepulauan tersebut, yaitu  Solomon Tobacco Ltd dan Solomon Sun Cigarette Company. Seperti dirilis oleh Solomon Star, otoritas kesehatan mewaspadai akan berdirinya pabrik rokok ketiga di negara itu.

Juru bicara divisi pengendalian konsumsi tembakau di Kementerian Kesehatan, Geoff Kenilorea mengatakan kepada media bahwa ia telah mendengar dari pihak bea cukai bahwa ada sebuah perusahaan asing yang telah mulai membangun pabriknya di wilayah Honiara.

Dr Kenilorea mengatakan, memang tidak ada larangan resmi bagi perusahaan tembakau atau rokok untuk beroperasi di Kepulauan Solomon. Namun, menurut dia, kehadiran dua pabrik rokok saja sudah begitu merusak generasi muda di Soomon. Tiga pabrik, kata dia, sudah terlalu banyak.

Kementerian Kesehatan telah bekerja keras selama ini untuk mengurangi jumlah perokok di negara itu termasuk dengan cara legislasi anti merokok yang melarang penjualan rokok batangan dan larangan merokok di tempat umum.

Meski demikian, menegakkan hukum terbukti sangat sulit dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendukung Kementerian Kesehatan untuk membangun kebijakan dan paket pelatihan pengendalian rokok yang akan segera dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

Selain di Kepulauan Solomon, kontroversi pendirian pabrik rokok juga terjadi di Samoa. Sejak tahun lalu, rencana pendirian pabrik rokok di ibukota Samoa, Apia, menuai kritik dari berbagai pihak.

Salah seorang anggota oposisi di Samoa mengutuk keras pemerintah yang mendukung rencana pendirian pabrik rokok di Apia. Anggota parlemen bernama Aeau Peniamina Leavai itu mengatakan bahwa untuk memberikan izin kepada perusahaan asing untuk mendirikan pabrik rokok sesungguhnya kontradiktif dengan upaya pemerintah meningkatkan status kesehatan publik.

Namun, Menteri Perekonomian Umum, Lautafi Fio Selafi Purcell menampik hal itu sembari mengatakan bahwa merokok adalah pilihan pribadi seseorang dan tidak terpengaruh oleh pendirian pabrik rokok.

“Saya kira ini adalah pendapat yang bodoh. Masalahnya begini, jika Anda memperbolehkan pendirian pabrik rokok di sini, itu artinya harga rokok akan lebih murah dan lebih mudah didapat di tempat umum,” ujar Aeau menanggapi pernyataan Lautafi.

Bagi Aeau, seharusnya jika pemerintah berkomitmen ingin mencegah penyebaran penyakit akibat merokok maka pemerintah seharusnya tidak mengizinkan pendirian pabrik rokok di Samoa. “Karena itu artinya kita menyediakan rokok bagi masyarakat secara mudah dan murah,” katanya.

Aeau mengatakan banyak waktu dan usaha telah dilakukan dalam rangka kampanye kesehatan masyarakat sejak awal tahun lalu, termasuk bagaimana memerangi penyakit akibat merokok sebagai epidemic di berbagai wilayah Pasifik. Dengan cara mendukung pendirian pabrik rokok, artinya pemerintah telah berlaku hipokrit.

Usia minimum

Maret lalu, Guam juga mengeluarkan kebijakan baru untuk mengurangi tingkat perokok dengan cara pembatasan usia minimum untuk diperbolehkan merokok. Semula, usia minimum yang diperbolehkan membeli rokok dan merokok yaitu 18 tahun. Kini, mereka menetapkan usia minimum menjadi 21 tahun.

Kebijakan ini muncul setelah Gubernur Guam, Eddie Calvo menandatangani undang-undang pembatasan usia merokok awal bulan Maret. The Pacific Daily News melaporkan bahwa Calvo awalnya menolak undang-undang tersebut dengan berdalih bahwa merokok adalah keputusan dan pilihan pribadi.

Namun, kali ini mayoritas senator setuju untuk menandatangani undang-undang tersebut dan juga Calvo.

Tingkat prevalensi merokok di Guam adalah tertinggi di Amerika Serikat. Oleh karena itu revisi undang-undang mengenai usia minimum merokok ini sangat disambut para aktivis dan pegiat kesehatan di American Cancer Society. Undang-undang ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2018.

Rokok menjadi salah satu pemicu tingginya jumlah penduduk yang menderita penyakit di wilayah Pasifik. Organisasi PBB yang mengurusi makanan dan pertanian mengatakan bahwa hal ini belum sepenuhnya disadari oleh pemimpin dan warga Pasifik itu sendiri.

Selain rokok, pola konsumsi masyarakat juga turut menyumbang kerusakan gaya hidup. Tim Martyn dari kantor FAO Fiji mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, banyak penduduk Pasifik yang beralih dari makanan tradisional yang sangat kaya akan nutrisi ke makanan yang mengandung gula, garam dan lemak tinggi.

Hal ini merupakan dampak dari liberalisasi perdagangan yang memperbolehkan pabrik makanan instan dan rokok berlomba-lomba mendirikan pabriknya di Pasifik. **

 

loading...

Sebelumnya

Selandia Baru didesak intervensi nasib pengungsi Manus

Selanjutnya

AS tak ingin kurangi pengaruhnya di Asia Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe