close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pilkada 2018 jangan korban masyarakat
  • Rabu, 07 Juni 2017 — 18:13
  • 1275x views

Pilkada 2018 jangan korban masyarakat

“Berikan juga pendidikan politik dan praktik-praktik demokrasi yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai elemen penting dalam penegakan demokrasi, yang berorientasi pada kesejahteraan dan pembangunan masyarakat itu sendiri,” katanya.
Para pengurus DPW PEKAT-IB Provinsi Papua saat memberikan keterangan pers di Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Bakal calon bupati/wakil bupati, bakal calon gubernur/wakil gubernur, maupun pimpinan partai politik (parpol) dan pimpinan organisasi massa yang berafiliasi dengan parpol atau yang dibentuk untuk kepentingan politik menjelang pilkada serentak tahun 2018 diminta agar tak mengorbankan masyarakat dan mengedepankan proses politik beretika dalam membangun demokrasi yang bermartabat.

Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), Frangklin Wahey saat jumpa pers di Jayapura, Rabu (7/6/2017).

“Berikan juga pendidikan politik dan praktik-praktik demokrasi yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai elemen penting dalam penegakan demokrasi, yang berorientasi pada kesejahteraan dan pembangunan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Para kandidat dan parpol pengusung bakal calon juga diminta untuk tidak melakukan manuver-manuver politik yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat.

“Praktik-praktik politik yang menjurus pada pembunuhan karakter seseorang atau individu, mendiskreditkan seseorang atau kelompok tertentu, mengadu domba dan memecah-belah masyarakat Papua untuk mewujudkan kepentingan politik semata-mata harus dihentikan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sudin Rettop, Sekretaris Pekat IB Papua menambahkan, langkah-langkah awal persiapan yang dilakukan para kandidat tidak berdampak positif dan negatif bagi masyarakat di daerahnya.

“Bahkan akan bertambah parah lagi jika tidak ada langkah-langkah preventif dari semua stakeholder yang ada, terutama penyelenggara, pengawas dan organisasi politik peserta pemilu, dalam menyikapi dan membijaki fenomena sosial politik yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat menjelang pilkada serentak,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Institut desa gelorakan semangat gotong royong bangun desa

Selanjutnya

PN Jayapura vonis pengguna narkoba satu tahun penjara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2470x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe