TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Batal ke Jawa, delapan calon mahasiswa Marind ke DPRD
  • Rabu, 07 Juni 2017 — 18:48
  • 1606x views

Batal ke Jawa, delapan calon mahasiswa Marind ke DPRD

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2017) mengatakan, delapan calon mahasiswa tersebut menemui dirinya.
Siswa-siswi di salah satu sekolah sedang mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L. Kobun
Ans K
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi – Delapan orang calon mahasiswa dari suku Marind yang awalnya hendak dikuliahkan ke beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa tetapi dibatalkan, akhirnya mengadu ke DPRD Merauke untuk mengungkapkan kekecewaannya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2017) mengatakan, delapan calon mahasiswa tersebut menemui dirinya.

“Saya sendiri belum tahu persis alasan mendasarnya,” katanya.

Sejumlah calon mahasiswa/i Marind itu datang dari beberapa distrik setelah diminta pemerintah. Menurut rencananya mereka akan kuliah di pulau Jawa dan dibiayai Pemerintah Kabupaten Merauke.

“Saya mendengar bahwa Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melakukan kerja sama dengan  sejumlah kepala sekolah tingkat SMA di beberapa distrik untuk mengakomodir anak berprestasi, sekaligus dikirim ke kota dan dipersiapkan melanjutkan studi ke beberapa perguruan tinggi,” katanya.

Dari laporan mereka, sebelumnya mereka diterima setelah melalui tes dan seleksi terlebih dahulu.

“Sebagai dewan, saya juga tidak terima, karena sejumlah anak yang telah tamat SMA itu, dipanggil  pejabat di dinas terkait untuk mempersiapkan diri, tetapi tak diterima sekaligus diberangkatkan,” tegasnya.

Moses berjanji akan bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze untuk menanyakan secara langsung agar persoalan tersebut lebih jelas.

“Ini anak-anak Marind yang mestinya diberikan prioritas terlebih dahulu,” katanya. Anggota Komisi A DPRD Merauke, Tarsisius Awi juga menuturkan hal serupa. 

“Tentunya sejumlah anak Marind itu kecewa lantaran tak diakomodir, apalagi mereka juga datang dari beberapa distrik dengan menggunakan biaya sendiri hingga tiba di kota,” katanya.

Menurut Awi, seharusnya anak-anak Marind diprioritaskan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui kebijakan khusus Bupati Fredrik Gebze. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Merauke ramai-ramai kritisi kinerja polisi

Selanjutnya

Renovasi ruangan pasien di RSUD Merauke bertahap

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4162x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3490x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2944x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe