Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Festival Ndambu harus dihidupkan kembali
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 08:27
  • 1110x views

Festival Ndambu harus dihidupkan kembali

Salah seorang putra Kimaam, Moses Kaibu kepada Jubi, Rabu (7/6/2017) menjelaskan, festival ini memiliki nilai positif dan berdampak besar dalam bidang pertanian dan pendidikan.
Tumpukan umbi-umbian milik masyarakat saat pagelaran Festival Ndambu beberapa tahun silam – Jubi/Frans L. Kobun
Ans K
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Merauke, Jubi – Pesta budaya masyarakat Distrik Kimaam dan Distrik Waan, Kabupaten Merauke atau Festival Ndambu yang terhenti dua tahun terakhir tanpa alasan yang jelas harus dihidupkan kembali.

Salah seorang putra Kimaam, Moses Kaibu kepada Jubi, Rabu (7/6/2017) menjelaskan, festival ini memiliki nilai positif dan berdampak besar dalam bidang pertanian dan pendidikan.

Khusus bidang pertanian, menurut Kaibu, masyarakat dari kampung-kampung membawa hasil panen berupa umbi-umbian (kumbili dan ubi jalar), pisang dan hasil alam lainnya untuk diikutkan dalam pameran. Sedangkan dalam bidang pendidikan, mereka berlomba-lomba menyebutkan jumlah anak di masing-masing kampung yang sedang melanjutkan pendidikan di jenjang SMA hingga perguruan tinggi dan bekerja.

“Memang nilai postifnya sangat besar, karena  dengan Festival Ndambu orang berlomba-lomba membuka lahan dalam skala lebih luas untuk menanam umbi-umbian, pisang dan sejumlah potensi lainnya. Di samping itu, mendorong anak-anaknya untuk sekolah,” katanya.

Masih menurut Kaibu, dirinya telah berkonsultasi dengan beberapa mantan pejabat orang Marind dan rencananya tahun depan festival ini dihelat di ibu kota Distrik Kimaam.

“Kami sedang membuat proposal untuk mengirim kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke maupun Pemprov Papua. Mudah-mudahan, diresponi agar hajatan pesta budaya itu, dapat diselenggarakan tahun depan,” ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Distrik Waan, Soter Kamiawi mengaku, masyarakat terus bertanya tentang kelanjutan dari festival itu. Mereka bahkan ingin berpartisipasi secara langsung untuk menampilkan hasil-hasil alamnya.

“Saya kira banyak nilai positif yang dapat diambil dari ivent pesta budaya dimaksud.  Olehnya, Pemerintah Kabupaten Merauke agar meresponi dengan baik,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Renovasi ruangan pasien di RSUD Merauke bertahap

Selanjutnya

RPK Pasar Wamanggu beli 20 ton gula pasir dari Bulog

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe