Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Pemkab Raja Ampat didesak tuntaskan pembangunan asrama mahasiswa
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 08:43
  • 1974x views

Pemkab Raja Ampat didesak tuntaskan pembangunan asrama mahasiswa

Ketua asrama mahasiswa Raja Ampat di Jayapura, Silmerus Watem, Rabu (7/6/2017) mengatakan, sudah empat tahun lebih pemerintah sudah membangun asrama mahasiswa yang berada di Abepura ini. Namun dua tahun terakhir pembangunannya terhenti.
Asrama mahasiswa Raja Ampat di Jayapura – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat didesak agar segera menuntaskan pembangunan asrama mahasiswa dari daerah ini yang sedang kuliah di Jayapura, Papua.
 
Ketua asrama mahasiswa Raja Ampat di Jayapura, Silmerus Watem, Rabu (7/6/2017) mengatakan, sudah empat tahun lebih pemerintah sudah membangun asrama mahasiswa yang berada di Abepura ini. Namun dua tahun terakhir pembangunannya terhenti.
 
“Sebaiknya Pemerintah harus bangun secepatnya, sebab jumlah mahasiswa Raja Ampat di Jayapura ini semakin banyak. Karena tidak ada asrama makanya mereka tinggal di kos-kosan (baca: rumah indekos), padahal orang tua mereka tidak mampu membiayai kuliah. Apalagi mereka tinggal di kos, kemudian ditambah lagi dengan biaya hidup yang mahal ini,” katanya.
 
Menurut Silmerus di asrama tersebut tiga mahasiswa menempati satu kamar yang hanya memiliki satu kasur.
 
Persoalan ini pernah diusulkan pihaknya agar ada penambahan komputer, peralatan dapur, kursi dan kasur. Namun usulan itu tak kunjung dijawab Pemkab Raja Ampat.
 
Selain itu, saluran air dari PAM diputuskan karena tak dibayar sejak setahun terakhir. Soal listrik juga diakuinya pernah diperingatkan PLN untuk segera membayar tagihannya.
 
Di tempat yang sama sekretaris asrama Raja Ampat, Elifas Fakdawer meminta Pemkab Raja Ampat agar segera mengirimkan biaya tagihan dan pembangunan asraka itu.
 
“Kalau mau krim itu sesuai dengan rincian yang diajukannya, sebab selain membayar tunggakan di atas kami juga membeli sembako untuk kebutuhan hidup di asrama. Pemerintah harus perhatikan SDM sebab kami yang akan membangun daerah menggatikan mereka,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

STAIN Sorong lepas 146 peserta KKN

Selanjutnya

Polres Kaimana bakal mendapatkan 1 unit ambulans

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]om

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe