close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Sidak jelang lebaran, satu pabrik tahu terancam ditutup
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 14:35
  • 1214x views

Sidak jelang lebaran, satu pabrik tahu terancam ditutup

Yance Iji staf Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire ketika ditemui Jubi, Rabu (7/6/2017) mengatakan terpaksa meminta pemilik perusahaan Tahu Lestari agar menghentikan produksi.
Yance Iji saat menunjukkan tempat pembuangan limbah dan produksi perusahaan tahu Lestari (7/6) – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi - Sidak sekaligus monitoring dan pembinaan ke beberapa industri pangan lokal di Nabire yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Papua dan  Perindustrian Kabupaten Nabire, terpaksa meminta satu pabrik Tahu di Nabire menghentikan produksi.

Yance Iji staf Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire ketika ditemui Jubi, Rabu (7/6/2017) mengatakan terpaksa meminta pemilik perusahaan Tahu Lestari agar menghentikan produksi.

“Dia (perusahaan) harus berhenti dulu sebab tempatnya sangat tidak layak. Terutama bau, ada ulat, dan kotor. Jadi baik bahan baku serta produksi fasilitas disini memang sangat jauh dari (standar) kesehatan termasuk limbahnya,” ungkap Yance.

Yance menjelaskan perusahaan pabrik Tahu Lestari tersebut awalnya diketahui dibawah kepemilikan seseorang yang bernama Pak Supomo. Rupa-rupanya, kemudian diketahui pemilik perusahaan Tahu ini menggunakan nama Sopomo dengan merek dagang Lestari, sementara yang melaksanakan kegiatan ini adalah orang lain.

“Memang pabrik Tahu ini sejak berdiri hingga saat ini bermasalah, terutama penanganan pembuangan limbahnya. Sehingga sejak tiga tahun memang tidak berproduksi, baru tahun ini dia berproduksi,” lanjut Yance.

Karena tempat produksi, fasilitas produksi, dan keamanannya jauh dari standar, termasuk cara penanganan limbah dan proses penyimpangan bahan bakunya bermasalah, Dinas Perindustrian sudah mengingatkan pemilik saat ini agar menghentikan produksinya.

“Mereka, pemilik yang ada saat ini sudah kami ingatkan agar tidak melakukan aktivitas produksi lagi. Mereka harus mendapat pembinaan, dan kalau tidak, satu – satunya ya harus di tutup,” ujarnya.

Sementara itu Jeuquline Tentua, Kepala UPTD Instalasi Pembinaan Kefarmasian dan Makanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire bersetuju jika perusahaan tahu tersebut ditutup. 

“Mereka sangat tidak layak berproduksi, jadi harus tutup dan tidak boleh beroperasi,” tegas Tentua. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Nabire: Presiden Jokowi semoga berkenan kunjungi Nabire 

Selanjutnya

Isaias Douw puji langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4326x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4034x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2476x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe