Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. AS tak ingin kurangi pengaruhnya di Asia Pasifik
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 14:59
  • 1152x views

AS tak ingin kurangi pengaruhnya di Asia Pasifik

Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tak ingin mundur dan mengurangi pengaruhnya di kawasan Asia-Pasifik.
Menteri Luar Negeri Gerry Brownlee (kiri), Menteri Luar Negeri Rex Tillerson (tengah) di Istana Negara Wellington. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Wellington, Jubi – Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tak ingin mundur dan mengurangi pengaruhnya di kawasan Asia-Pasifik. Pernyataan itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Gerry Brownlee di Istana Negara Selandia Baru, Wellington, Rabu (7/6/2017).

Selama pertemuan itu, mereka membicarakan misi pelatihan Selandia Baru di Irak dan English juga menyinggung ketidaksetujuan Selandia Baru atas keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari Kesepakatan Paris.  

Namun, Tillerson membela keputusan Trump terkait Kesepakatan Paris seraya mengatakan bahwa hal itu adalah bagian dari keinginan rakyat Amerika. Ia bahkan mengatakan bahwa AS sudah cukup bangga dan puas dengan pencapaian selama ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pencapaian AS dalam hal itu tidak dapat disamai oleh negara lain.

“Emisi gas rumah kaca kami sudah pada level yang sama dengan tahun 1990-an. Ini dicapai dalam keadaan kami memiliki 50 juta konsumen energi lebih banyak dibanding tahun 1990-an dan volume ekonomi yang dua kali lebih besar,” katanya.

Tillerson mengatakan, pencapaian itu terjadi meski AS tidak ikut dalam Kesepakatan Paris dan tanpa aturan mengikat lainnya yang rigid. Melainkan, dicapai melalui pembangunan teknologi, inovasi dan kewirausahaan.

Meski AS tarik diri dari Kesepakatan Paris, lanjut dia, tidak berarti AS akan berhenti terlibat dalam semua isu perang terhada perubahan iklim di panggung dunia. “Saya pikir orang tidak bisa menginterpretasikan bahwa AS akan sama sekali tarik diri dari isu ini atau mengisolasi diri,” tuturnya.

AS tetap memiliki niat untuk tetap terlibat dalam urusan di Asia-Pasifik seperti dalam hal hubungan perdagangan. Diskusi mengenai hal ini dengan beberapa negara di Asia-Pasifik sedang berlangsung. Menurut Tillerson, AS memandang kawasan ini sebagai kawasan yang sangat penting baik bagi alasan keamanan maupun alasan ekonomi.

“Salah satu alasan mengapa saya mengunjungi kawasan ini, salah satu alasan mengapa Wakil Presiden Mike Pence pernah juga mengunjungi kawasan ini adalah untuk memastikan kepada semua orang bahwa AS memandang kawasan ini sebagai satu kawasan yang sangat penting di dunia bagi kami baik secara keamanan maupun secara ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tillerson juga ditanyai seputar cuitan Presiden Donald Trump yang negatif mengenai walikota London setelah terjadinya teror bom di kota tersebut, akhir pekan lalu. “Presiden punya caranya sendiri yang unik untuk berkomunikasi dengan rakyat Amerika dan dunia. Dan cara ini sangat cocok bagi dia. Saya tidak berwenang menasihati dia cara berkomunikasi, itu semua terserah dia,” ujarnya.

Demonstrasi

Selain disambut upacara pōwhiri di Istana Negara, Tillerson juga disambut aksi massa sekitar 200 orang yang berkumpul di luar gedung parlemen. Para demonstran ini memprotes keputusan AS tarik diri dari Kesepakatan Paris. Perptemuan antara Tillerson dengan English ini adalah pertemuan resmi kenegaraan pertama antara pemerintah Trump dengan English.

Pada kesempatan itu, Selandia Baru menegaskan keprihatinannya atas langkah AS menarik diri dari Kesepakatan Paris. Brownlee sebelum pertemuan itu dimulai menyatakan bahwa kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga perdamaian, mewujudkan kesejahteraan dan stabilitas keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

Ia menyambut baik kedatangan Tillerson yang juga merupakan mantan Direktur ExxonMobil itu untuk memperkuat hubungan antarkedua negara dan mendiskusikan isu-isu paling pentin di dunia.

Sebagai Menteri Energi, Brownlee bertemu Tillerson beberapa tahun lalu ketika Tillerson masih menjabat sebagai Direktur ExxonMobil. “Saya tahu bahwa beliau sangat tahu banyak tentang Selandia Baru dan sangat menghormati hukum yang berlaku di sini dan jika sikap seperti itu diterapkan juga dalam hal berhubungan dengan negara lain, maka saya kira kita sudah punya dasar untuk optimistis,” katanya.

Pemimpin Partai Buruh, Andrew Little mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah peluang yang sempurna bagi pemerintah untuk menunjukkan kepemimpinannya dan membuat semacam tekanan pada AS terkait keputusan mereka menarik diri dari Kesepakatan Paris.

“Untuk mengatakan bahwa hal itu tidak dapat diterima. Seluruh dunia sekarang dalam kesepakatan ini dan apa yang telah dilakukan AS adalah semacam pengkhianatan kepemimpinan,” tuturnya.

Kepada Selandia Baru, Tillerson menyampaikan bahwa AS tidak mungkin angkat kaki dari perang terhadap perubahan iklim. AS masih akan terlibat dalam berbagai program perubahan iklim di dunia.

Kesepakatan Paris merupakan perjanjian yang telah diratifikasi oleh 148 negara dengan satu tujuan yaitu mengurangi emisi dan menahan peningkatan temperatur global tidak lebih dari 2 derajat celcius di atas level masa pra industri. **

loading...

Sebelumnya

Negara-negara Pasifik waspadai pendirian pabrik rokok

Selanjutnya

Pemilik lahan tambang berikan ultimatum pada pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe