Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Kepala daerah se Papua sepakat tolak radikalisme
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 18:59
  • 1510x views

Kepala daerah se Papua sepakat tolak radikalisme

Kesepakatan tersebut ditegaskan melalui penandatanganan bersama penolakan dan pelarangan paham radikalisme di Provinsi Papua pada saat penutupan Rapat Kerja (Raker) bupati dan walikota se-Papua, di Jayapura, Kamis (8/6/2017).
Suasana Penandatanganan kesepakatan bersama menolak dan melarang paham radikalisme di Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Gubernur, bupati, walikota dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) se Papua, sepakat menolak dan melarang paham radikalisme di Bumi Cenderawasih.

Kesepakatan tersebut ditegaskan melalui penandatanganan bersama penolakan dan pelarangan paham radikalisme di Provinsi Papua pada saat penutupan Rapat Kerja (Raker) bupati dan walikota se-Papua, di Jayapura, Kamis (8/6/2017).

Ada empat poin dalam kesepakatan tersebut. Pertama, pemerintah provinsi Papua dan seluruh rakyat Papua meminta kepada pemerintah pusat untuk menghapus dan melarang berkembangnya paham radikalisme (ISIS, HTI, FPI, Gafatar dan Salafi wahabi) di seluruh Indonesia.

Kedua, Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, Forkompimda provinsi, kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, FKUB, perguruna tinggi negeri dan swasta serta tokoh perempuan wajib mendeteksi dini terhadap ormas radikal yang akan muncul, baik melalui keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan yang bertentangan dengan ideology Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Ketiga, Pemerintah provinsi Papua menolak dan melarang keras segala bentuk paham radikalisme yang mengatasnamakan agama dan organisasi melakukan dakwah atau pengajaran (penyebaran kebencian, terror, fitnah dan aduh domba) di Tanah Papua.

Dan yang keempat, jika ditemukan indikasi penyebaran paham radikalisme tersebut. Maka masyarakat diminta segera melaporkan kepada yang berwajib agar segera menangkap dan dipulangkan keluar dari tanah Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Kebijakan 80 persen tetap berlanjut

Selanjutnya

Gubernur Papua minta bupati rekrut tenaga kesehatan bergerak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6002x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2946x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2929x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe