Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. YM2P target tanam 15.000 anakan ‘mange-mange’ di Kota Sorong
  • Rabu, 05 Oktober 2016 — 18:41
  • 2177x views

YM2P target tanam 15.000 anakan ‘mange-mange’ di Kota Sorong

“Kami memang memilih kedua jenis ini, mengingat manfaat yang bisa didapat dari buahnya yang bisa diolah menjadi tepung, kecap, sirup, sampo dan sabun. Pemanfaatan yang tepat bisa menjadi ekonomi kreatif bagi masyarakat pengolahnya, sehingga masyarakat tidak lagi melakukan penebangan pohon untuk dijual,” katanya di Sorong, Rabu (5/10/2016).
ILustrasi pohon bakau - IST
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sorong, Jubi –  Yayasan Mange-Mange Papua (YM2P) menargetkan dapat menanam 15.000 anakan mange-mange (bakau) di Kota Sorong, Papua Barat hingga tahun 2017. Hingga kini pihaknya sudah menaman sekitar 13.700 anakan.

Manajer program YM2P Jacobus Bob mengatakan pihaknya terus berupaya menanam mange-mange di sejumlah lahan kritis. Ia mengakui anakan tersebut sudah ditanam pada lahan seluas 2 hektare di sekitar Bandar Udara Domine Eduard Osok (D.E.O) Sorong dan muara Kali Remu.

Ia mengatakan untuk menanam mange-mange ini mereka mendapatkan bibit mange-mange jenis resipora dan aguera dari petani di Klalin dan sanggar Sukri Malaso.

“Kami memang memilih kedua jenis ini, mengingat manfaat yang bisa didapat dari buahnya yang bisa diolah menjadi tepung, kecap, sirup, sampo dan sabun. Pemanfaatan yang tepat bisa menjadi ekonomi kreatif bagi masyarakat pengolahnya, sehingga masyarakat tidak lagi melakukan penebangan pohon untuk dijual,” katanya di Sorong, Rabu (5/10/2016).

Ia mengakui lahan mangrove di Sorong sangat memprihatinkan. Sekitar 10.000 hektare yang sudah menjadi lahan terbuka dan yang berhasil ditanam kembali seluas 2 hektare. Hilangnya lahan mangrove disebabkan karena pembukaan lahan akibat pembangunan dan pertambahan penduduk.

Akademisi dari Politeknik Sorong Muhammad Ali Ulath mengatakan lahan kritis mangrove di Sorong perlu perhatian semua pihak.

Selain penanaman kembali, seharusnya juga bisa dipahami masyarakat luas bahwa dari buah mangrove bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat bahkan bisa menjadi lokasi ekowisata.

“Harus ada upaya penyadaran akan arti pentingnya mange-mange bagi kehidupan manusia, termasuk melakukan sosialisasi. Ini merupakan langkah penting bagi upaya pelestarian mange-mange,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tiga kawasan konservasi di Merauke terancam

Selanjutnya

PT. Nabire Baru terus ingkari kesepakatan bersama RSPO

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe