close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Petugas Puskesmas harus turun ke rumah–rumah
  • Jumat, 09 Juni 2017 — 08:45
  • 1830x views

Petugas Puskesmas harus turun ke rumah–rumah

Bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire Yulia Agapa, Program Keluarga Sehat yang diluncurkan Presiden Jokowi harus menjangkau kesehatan seluruh anggota keluarga.
Ilustrasi pelayanan Puskesmas - Tempo.co
Titus Ruban
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi – Demi mensukseskan program pemerintah terkait Keluarga Sehat, petugas Puskesmas jangan hanya menunggu pasien di Puskesmas, tetapi harus datang ke rumah-rumah untuk menjemput dan melakukan pendataan.

Bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire Yulia Agapa, Program Keluarga Sehat yang diluncurkan Presiden Jokowi harus menjangkau kesehatan seluruh anggota keluarga.

“Kalau Indonesia dikatakan sehat berarti semua keluarga harus sehat,” kata Agapa saat ditemui Jubi, Kamis (8/6/2017).

Dan untuk menilai berapa keluarga yang sehat dan tidak sehat itu, lanjut Agapa kementerian kesehatan telah meluncurkan 12 indikator keluarga sehat.

“Jadi diharapkan, para petugas di puskesmas bukan hanya menunggu pasien tetapi harus turun ke rumah-rumah dan menjemput  pasien di rumah dengan membawa kuisioner  berupa daftar pertanyaan terkait 12 indikator keluarga sehat,” tegas Agapa.

Petugas puskesmas harus menanyakan langsung kepada  setiap keluarga berdasarkan pertanyaan yang ada di dalam kuisioner tersebut. “Dan dari data itu petugas puskesmas akan mengetahui apa saja jenis penyakit dan situasi kesehatan di dalam setiap keluarga,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan menyontohkan cara dari 100 keluarkan, misalnya, berapa jumlah anggota keluarga yang merokok dan berapa yang tidak  dari sekian banyak keluarga yang ada  di wilayah kerja puskesmas tersebut

“Jadi kalau satu orang dari satu keluarga adalah perokok maka bisa dikatakan satu keluarga tersebut adalah perokok. Karena ada perokok aktif dan perokok pasif. Bapak perokok aktif sedangkan keluarga lainnya perokok pasif akibat menghirup asap dari rokok bapak yang merokok tadi. Bahkan lebih parah tiga kali lipat dibandingkan perokok akti ,” kata dia lagi.

Setelah turun ke rumah-rumah, selanjutnya akan ditetapkan sasaran pelayanan. “Karena data sudah terkumpul lalu kita lakukan pembinaan. Dan pembinaan akan lebih banyak ditujukan kepada keluarga yang misalnya keluarga perokok tadi. Petugas harus memberikan penyuluhan prioritas misalnya tentang bahaya dari merokok,” ujar Agapa. 

Seluruh kegiatan tersebut, lanjutnya, diharapkan akan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Terlebih lagi, diharapkan dari kegiatan ini petugas bisa mengetahui permasahalan kesehatan di tengah masyarakat, bisa merencanakan  dan menetapkan kegiatan atau intervensi solusi permasalahan kesehatan dan memberikan penyuluhan sesuai dengan indikator kesehatan keluarga.

Dikesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Kampung  Moor Distrik Moora, Yudit Raru mengatakan siap mensukseskan program keluarga sehat.

“Kami telah siap untuk melaksanakan program keluarga sehat. Sosialisasi kepada petugas di lapangan sudah dan kami tinggal menunggu waktu dari dinas sebab ini terkait anggaran karena program ini masih baru. Tetapi kami tetap berupaya demi masyarakat di kampung kami,” katanya.

Keduabelas indikator keluarga sehat yang harus didata adalah jumlah keluarga yang mengikuti KB, Ibu bersalin yang difasilitasi kesehatan, bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi yang diberi ASI eksklusif, pertumbuhan balita yang di pantau tiap tahun, penderita TB paru yang berobat, penderita hipertensi yang berobat teratur, gangguan jiwa berat yang tidak diterlantarkan, tidak ada anggota keluarga yang merokok, keluarga yang memiliki/memakai air bersih, keluarga yang memiliki/memakai jamban sehat, apakah seluruh keluarga menjadi anggota JK.

Secara khusus terdapat dan tambahan pemantauan dari pemerintah Provinsi Papua yaitu penderita kusta, kaki gajah,dan  frambosia (luka). (*)
 

loading...

Sebelumnya

Sidak dan monitoring lebaran, cek standar mutu pangan lokal

Selanjutnya

Pelaku pembangunan infrastruktur harus manfaatkan Laboratorium PU 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4947x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4326x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4034x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2524x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2476x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe