Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Pelaku pembangunan infrastruktur harus manfaatkan Laboratorium PU 
  • Jumat, 09 Juni 2017 — 08:48
  • 1928x views

Pelaku pembangunan infrastruktur harus manfaatkan Laboratorium PU 

Erari meminta semua pihak memanfaatkan UPTD Pengujian dan Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum sebagai kontrol mutu dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, baik di Nabire maupun di Tanah Papua.
Peserta sosialisasi pemanfaatan laboratorium bidang PU Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua di Nabire – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi  - Pelaku pembangunan infrastruktur selain harus disiapkan juga berkompeten sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam pencapaian mutu pembangunan infrastruktur. 

Hal tersebut dikatakan Asisten II Bidang Administrasi Sekretariat Kabupaten Nabire  Pieter Erari mewakili Bupati Nabire Iasias Douw saat membuka acara sosialisasi Pemanfaatan Laboratoium Bidang Ke-PU-an Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang Provinsi Papua, Kamis (8/6/2017) 

Erari meminta semua pihak memanfaatkan UPTD Pengujian dan Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum sebagai kontrol mutu dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, baik di Nabire maupun di Tanah Papua.

“Untuk itu, sebagai pelaku pembangunan infrastuktur harus memiliki dedikasi dan memahami pentingnya peranan laboratorium dalam pembangunan,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Eduard M. Watofa ketua penyelenggara PUPR Propinsi Papua mengatakan program UPTD Balai Pengujian dan Laboratorium Dinas PU ini dilakukan setiap tahun.

“Sosialisasi pemanfaatan laboratorium ini mengingat di masih banyak terjadi kegagalan pembangunan infrastruktur, sehingga kegiatan ini sangat penting dilaksanakan,” kata Watofa.

Dia juga menekankan (pemanfaatan) laboratorium diperlukan untuk menguji rencana pembangunan.

“Dalam hal ini, infrastruktur mereka harus lebih banyak melakukan perngujian sebelum perencanaan serta pasca pembangunan,” kata dia. 

Watofa menyontohkan yang disebut kegagalan infrastuktur seperti jalan yang baru di aspal kemudian ada patahan, lubang atau tergenang air, maka laboratorium tersebut berfungsi untuk menguji material sebelum dipakai.

“Jadi kita tidak bisa sembarang pakai material. Sehingga kabupaten betul – betul harus gunakan material yang layak dan telah lolos diuji,” ujarnya.

Peserta sosialisasi terdiri dari utusanberbagai  instansi terkait, antara lain Dinas PUPR, Bappeda, Inspektorat, Dinas Perhubungan, BPBD, Gapensi dan lainnya. Diharapkan, peserta sosialisasi dapat menyadari pentingnya kualitas suatu pekerjaan konstruksi di lapangan yang sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.(*)

loading...

Sebelumnya

Petugas Puskesmas harus turun ke rumah–rumah

Selanjutnya

BPOM dan dinkes intensifkan pengawasan obat dan makanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6000x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2946x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2929x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe