Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. BPOM dan dinkes intensifkan pengawasan obat dan makanan
  • Jumat, 09 Juni 2017 — 08:52
  • 1877x views

BPOM dan dinkes intensifkan pengawasan obat dan makanan

Intan Penyidik, dari BPOM Propinsi Papua ditemui Jubi Rabu (7/6/2017) mengatakan pengawasan ini dilaksanakan secara terpadu dan sinergis lintas sektor yang terdiri dari BPOM, Dinas Kesehatan setempat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Tim intensifikasi sedang melakukan tes pemeriksaan pada salah satu jenis makanan yang berbahaya – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi – Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Provinsi Papua (BPOM) dan UPTD Instalasi Pembinaan Kefarmasian dan Makanan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire terus melakukan intervensi dan intensifikasi pengawasan obat dan makanan selama Bulan Puasa hingga Lebaran nanti.

Intan Penyidik, dari BPOM Propinsi Papua ditemui Jubi Rabu (7/6/2017) mengatakan pengawasan ini dilaksanakan secara terpadu dan sinergis lintas sektor yang terdiri dari BPOM, Dinas Kesehatan setempat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Pengawasan ini kami lakukan dibeberapa tempat, seperti toko penjualan bahan makanan  juga penjualan makanan untuk buka puasa seperti es buah dan lainnya,” kata dia.

Pengawasan pangan ini hendak melihat pemenuhan syarat penjualan yang berlaku untuk semua pangan. 

“Kami akan periksa dan kalau kedapatan ada yang rusak atau kadaluarsa, kami akan sita. Dari hasil pemantauan ada beberapa barang kadaluarsa yang diambil untuk diamankan,” kata Intan.

Penganan untuk buka puasa juga tak lepas dari pengecekan. Bahkan ada kedapatan  satu jenis makanan yang mengandung zat berbahaya (sejenis boras).

“Kami langsung tes di tempat dan ternyata (zat itu) dicampur dengan salah satu jenis makanan yang sering disebut lupis,” lanjut Intan.

Untuk pengecekan lanjutan, bahan tersebut akan dibawa ke Jayapura.

Di tempat yang sama, Jeuquline Tentua, Kepala UPTD Instalasi Pembinaan Kefarmasian dan Makanan Dinas Kesehatan Nabire menambahkan sebagai perpanjangan tangan dari BPOM siap menindaklanjuti temuan.

“Bila dari hasil intensifikasi terdapat temuan seperti ini, maka akan diberikan peringatan berupa teguran. Bila teguran tidak diindahkan juga maka akan dilakukan pemanggilan, jika masih tidak diindahkan maka tahap selanjutnya terpaksa pelaku diberhentikan usahanya,” kata Tentua.

Tentua menegaskan mereka akan turun memeriksa kembali, dan jika masih terdapat pelaku yang melanggar akan diminta membuat buat surat pernyataan, “dan bila perlu usahanya ditutup saja,” kata dia. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelaku pembangunan infrastruktur harus manfaatkan Laboratorium PU 

Selanjutnya

Bupati Nabire berharap distrik dan kampung bentuk Kampung KB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe