Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Ratusan orang Pasifik bersaing menjadi warga Selandia Baru
  • Minggu, 11 Juni 2017 — 15:51
  • 1341x views

Ratusan orang Pasifik bersaing menjadi warga Selandia Baru

Sebanyak 650 warga dari berbagai negara kepulauan Pasifik bersaing mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Selandia Baru.
Papan imigrasi Selandia Baru. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Auckland, Jubi – Sebanyak 650 warga dari berbagai negara kepulauan Pasifik bersaing mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Selandia Baru. Para pelamar tersebut telah terdaftar dan menjadi bagian dari kuota yang ditetapkan oleh Pacific Access Category untuk memperoleh hak tinggal di Selandia Baru.

Setiap tahun, Selandia Baru memberikan jatah sebanyak 75 orang masing-masing dari Kiribati dan Tuvalu serta masing-masing 250 orang dari Tonga dan Fiji. Setiap warga yang terpilih harus berusia antara 18 hingga 45 tahun. Mereka atau pasangan mereka wajib memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga mereka di Selandia Baru. Mereka juga wajib memiliki kemampuan Bahasa Inggris, baik menulis maupun berbicara secara lancar.

Geoff Scott dari Kantor Imigrasi Selandia baru mengatakan bahwa pihaknya menerima sekitar 10.500 pendaftar pada tahun ini. Pihaknya akan mengumumkan para pendaftar yang terpilih atau memenuhi syarat pada Jumat pekan depan.

Skema imigrasi seperti ini sempat dikritik oleh berbagai pihak di Selandia Baru. Richard Small, adalah salah seorang pengacara Pacific Immigration yang pernah mengangkat isu ini dan menuding bahwa skema ini tidak bekerja dengan baik. Small mengatakan banyak pendaftar yang terpilih sesungguhnya tidak pernah memenuhi persyaratan skema yang ditentukan.

Persulit Industri

Kebijakan baru terkait imigrasi di Selandia Baru yang lebih ketat ini sempat membuat khawatir para pelaku industri perkebunan. Salah satu perusahaan perkebunan kiwi, Bay of Plenty menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan membuat mereka kekurangan pegawai terutama dari wilayah Pasifik yang biasa dipekerjakan di perkebunan.

Kebijakan baru tersebut mengharuskan pekerja kerah biru untuk kembali ke tanah air mereka setelah bekerja selama tiga tahun dan harus mengantri ulang lagi untuk mendapat visa kerja ke Selandia Baru. “Butuh sekitar satu hingga dua tahun untuk melatih pekerja di industri buah kiwi. Setelah mereka terlatih, mereka malah harus pergi,” ujar salah seorang pengusaha, Ian Wilson. **

loading...

Sebelumnya

Kaledonia Baru siap selenggarakan pemilu

Selanjutnya

Terungkap, wisata melahirkan di Mariana Utara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6233x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5819x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3995x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe