Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Para pimpinan politik PNG berkumpul bahas formasi pemerintahan baru
  • Minggu, 11 Juni 2017 — 15:57
  • 1364x views

Para pimpinan politik PNG berkumpul bahas formasi pemerintahan baru

Para pimpinan partai politik besar berkumpul membahas formasi pemerintahan baru Agustus nanti atau pascapemilu.
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill. /post courier
Post Courier
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Port Moresby, Jubi – Para pimpinan partai politik besar berkumpul membahas formasi pemerintahan baru Agustus nanti atau pascapemilu. Partai-partai besar yang terlibat dalam pertemuan tersebut yaitu Partai Aliansi Nasional, Partai Kemajuan Rakyat, Partai Demokrasi Konstitusional PNG, Partai nasional PNG dan ketua kelompok independen, Sir Michael Somare.

Tujuan pertemuan itu disebut-sebut sebagai upaya pertama membentuk pemerintahan baru. Kontan saja partai berkuasa, yaitu Partai Kongres Nasional menanggapi pertemuan itu secara nyinyir dan penuh skeptis. Partai besutan perdana menteri berkuasa, Peter O’Neill ini menyebut para pimpinan partai dalam pertemuan tersebut sebagai pemimpin daur ulang dari orang-orang lama yang sama yang tidak pernah memiliki kebijakan yang baik dan hanya memiliki ego.

“Mereka adalah para pemimpin yang sering gonta-ganti partai dalam rangka membodoh-bodohi rakyat dengan sesumbar bahwa mereka punya solusi atas masalah bangsa ini, padahal tidak. Mereka adalah pemimpin yang telah ada sejak zaman kemerdekaan, salah urus negara ini dan ekonomi. Sekarang mereka minta kesempatan kedua pada rakyat PNG, mereka sungguh tidak layak mendapatkan itu,” ujar Peter O’Neill.

Para pemimpin yang berkumpul itu antara lain dari Partai Aliansi Nasional, Patrick Pruaitch; presiden THE Party, Warusam Debege; pemimpin Partai Kemajuan Rakyat, Ben Micah; Partai Demokrasi Konstitusional PNG, Ila Geno; Sir Mekere Morauta mewakili kelompok independen; Kerenga Kua dari partai Nasional PNG; dan Sir Michael Somare sebagai perwakilan independen.

Kelompok ini meyakini bahwa mereka mendapat dukungan nasional untuk mengubah formasi pemerintahan demi stabilisasi ekonomi nasional dan penyakit sosial. “Kami akan membangkitkan ekonomi kita dari jurang krisis dan memimpin bangsa iniuntuk kembali ke jalurnya memberikan kesejahteraan yang telah dikhianati selama lima tahun terakhir,” ujar kelompok ini dalam pernyataan pers.

Mereka merasa bahwa aliansi politik yang baru berdiri ini telah memberikan kekuatan dan kepercayaan diri yang kuat untuk membentuk pemerintahan baru. “Kami sangat percaya diri bahwa salah satu partai alternatif akan memobilisasi dukungan lebih banyak termasuk gubernur jenderal untuk membentuk pemerintahan baru,” ujarnya.

Menurut O’Neill, baik Mekere maupun Somare pernah berkuasa dan ditolak oleh rakyat Papua Nugini pada tahun 2002 dan 2012 dari semula sangat berkuasa menjadi tidak punya apa-apa. “Itu adalah kehendak rakyat. Pemimpin harus belajar menerima, mereka adalah tim yang sama yang pernah mendestabilisasi pemerintahan sejak 2012. Rakyat tahu yang terbaik, mereka bisa melihat perubahan dan menerimanya untuk membuat perubahan dalam hidup mereka,” katanya.

Penutupan bandara

Penerbangan dari dan ke Bandara Kagamuga di Mount Hagen, provinsi Western Highlands terganggu oleh para kandidat politik yang berkompetisi memperebutkan kursi di Hagen. Karena alasan keamanan, maskapai besar Air Niugini juga membatalkan penerbangannya ke provinsi Enga.

Keduabelas kandidat Hagen dan para pendukungnya berkumpul bersama di luar bandara Kagamuga untuk memprotes penunjukkan petugas pemilihan yang ditunjuk kembali. Para kandidat mengancam akan menutup bandara sejak tujuh hari yang lalu.

Gara-gara aksi protes tersebut, pengangkutan personel kepolisian ke provinsi rawan keamanan di Highlands yang sedang transit di Port Moresby sempat terhambat.

Direktur Perusahaan Bandara Nasional, Richard Yopo mengatakan bahwa penunjukkan petugas pemilihan tidak ada sangkut pautnya dengan operasional bandara atau industri penerbangan. Aksi protes dan ancaman yang dikemukakan oleh 12 kandidat politik di Mount Hagen itu jelas telah melanggar undang-undang penerbangan sipil.

“Masalah ini tidak berpengaruh sama sekali. Hanya berdampak pada sebagian penumpang dan sebagian pengangkutan kargo di dalam kota,” ujarnya.

Menurut dia, para kandidat itu telah diperingatkan pada Jumat lalu bahwa mereka melanggar hukum jika tetap melancarkan aksi protes seperti itu. Yopo mengatakan bahwa beberapa maskapai seperti Air Niugini, MAF, HeviLift, Airlines PNG dan Heli Solutions terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan karena khawatir terjadi ancaman keselamatan di bandara.

“Demi keselamatan publik, para staf dan aset serta fasilitas yang mereka miliki tidak dapat dikompromikan,” ujarnya.

Dua dari 12 kandidat yang memprotes, yaitu Luke Lukice Mathew dan James Yoka mengatakan bahwa mereka menutup bandara karena Ketua Komisi Pemilihan Umum, Patilias Gamato telah gagal merespons petisi mereka pekan lalu. Menurut Yoka, isi petisi mereka yaitu agar Gamato mengganti KPU lokal di tingkat provinsi.

Komisioner Polisi Provinsi Highlands, Nema Mondia mengatakan bahwa aksi para kandidat itu telah melanggar undang-undang penerbangan sipil. Meski begitu, para kandidat telah berhasil meyakinkan Mondia bahwa aksi mereka tidak akan berlanjut. **

loading...

Sebelumnya

Terungkap, wisata melahirkan di Mariana Utara

Selanjutnya

Selandia Baru terus perketat kedatangan migran Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe