Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Masyarakat Nifasi patok batas areal tiga perusahaan tambang
  • Senin, 12 Juni 2017 — 08:49
  • 915x views

Masyarakat Nifasi patok batas areal tiga perusahaan tambang

Kepala Dusun atau sub Suku Wate Kampung Nifasi, Aser Money dan masyarakat saat berada di Musairo, sabtu. 10/6/17 mengatakan,
Kepala Sub Suku Wate Kampung Nifasi Aser Money (kaos merah) sedang menemui pengawas lapangan PT. Krsitalin Ekalestari (baju hitam) dan menyampaikan batas areal dan meminta berhenti beraktivitas di areal km 40 sungai Musairo – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Nabire, Jubi – Menindaklanjuti hasil keputusan pada pertemuan masyarakat adat Suku Wate Kampung Nifasi, Sabtu (3/6/2017) yang salah satu poinnya adalah akan mematok tapal batas antara areal perusahaan tambang satu dengan yang lain, Sabtu (10/6/2017) puluhan masyarakat melakukan pemasangan patok tapal batas.

Kepala Dusun atau sub Suku Wate Kampung Nifasi, Aser Money dan masyarakat saat berada di Musairo, sabtu. 10/6/17 mengatakan,

“Kami ke sini untuk memperjelas patol tapal batas kedua perusahaan,” kata Kepala Dusun atau sub Suku Wate Kampung Nifasi, Aser Money saat berada di Musairo bersama masyarakat, Sabtu (10/6/2017).

Menurutnya, pada kilometer 39 ke bawah milik PT. Krsitalin Ekalestari. Sedangkan pada kilometer 39 sampai 50 milik PT. TAP. Pada kilometer 50 ke atas milik PT. Laba – Laba.

Aser menjelaskan patok tersebut berdasarkan surat pelepasan yang sudah ditandatangani oleh masyarakat dan kepala Suku Besar Wate serta pemilik hak ulat pada 2007 silam.

“Kami hanya menegaskan kembali apa yang sudah disepakati, sebab nyata-nyata PT. Krsitalin Ekalestari menyerobot areal PT. TAP di kilometer 40,” katanya.

Menurutnya setelah patok kilometer 39 dipasang, pihaknya akan menghentikan aktivitas PT. Krsitalin Ekalestari di kilometer 40.

“Saya sampaikan bahwa areal yang selama ini dikerjakan PT. Krsitalin Ekalestari adalah milik orangtua saya. Semasa muda, beliau berkebun dan mencari nafkah di sana,” jelasnya.

Aser Money menegaskan kedatangannya saat itu bukan untuk mencari gara-gara, tetapi hanya menegaskan pada PT. Krsitalin Ekalestari untuk menghormati keputusan masyarakat. “Keputusan ini tidak dibuat oleh segelintir orang tetapi dibuat oleh masyarakat dan kepala suku dan ini keputusan bersama,” tegasnya.

Seorang warga, Mecky Hao mengatakan dirinya akan terus mempertahankan keberadaan PT. TAP, sebab perusahaan tersebut dinilai cukup memperhatikan masyarakatnya.

“Banyak perusahaan yang mau masuk lagi ke sini. Tapi kami tolak. Surat penolakan sudah kami buat dan disetujui semua masyarakat,” katanya.

Sebelumnya warga Nifasi dipertemukan dengan PT. Benliz Pasitik maining oleh Distamben propinsi. Tapi mereka menolak kehadiran perusahaan tersebut. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat adat suku Wate sepakat akhiri sengketa areal tambang

Selanjutnya

DAP minta ESDM Provinsi Papua jangan jadi pesuruh Pedagang IUP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe